Ketika Kita Merasa Puas

Sebagai manusia, mungkin kita pernah berada di titik rasa puas. Baik sebagai hamba. Maupun sebagai anak dari pasangan seorang manusia.

Kita merasa puas, karena barangkali kita telah banyak membanjiri kedua orang terkasih dengan hujan materi. Bahkan telah berulangkali memberangkatkan mereka ke tanah suci. Sampai kita kemudian terlupa dan tidak sadar diri. Bahwa apapun yang kita berikan tidak akan mampu melampaui pengobanan mereka.

Kita juga merasa puas. Karena merasa telah banyak memperkaya hari dengan setumpuk amalan yang bagi kita lebih dari hitungan jemari. Padahal siapa yang menjamin, mereka justru terkikis dengan kemaksiatan-kemaksiatan lain yang lalai kita identifikasi.

Seorang ustadz pernah menyampaikan hal ini dalam dakwahnya. Bahwa bisa jadi kita telah berhijrah. Lahir dan batin. Hijrah dari dosa-dosa lama yang berpilin-pilin. Tapi setan tak akan tinggal diam. Mereka akan terus ambil bagian. Menjerumuskan kita ke dalam dosa yang bahkan jauh lebih berat dari menzinai ibu sendiri. Benar saja. Kita hijrah lahir batin, tapi lidah masih sering mencaci dan menhujat lalu mengafirkan sesama muslim. Iya, kita dengan mudah menodai kehormatan orang mukmin. Apakah itu yang dimaksud lahir batin?

Kita juga merasa puas karena telah berhijrah. Tapi masih dengan mudah menyakiti hati orang tua. Ungkapnya, atas hal ini Rasul bersabda, tidak ada kebaikan yang Allah segerakan didunia kecuali kebaikan kepada orang tua. Dan tidak ada kejahatan yang Allah segerakan pula di dunia sebelum kelak kejahatan itu di balas di akhirat, kecuali kejahatan kita kepada orang tua. Tambah beliau, jangan pernah berbicara kasar hanya karena ingin melakukan kebaikan. Karena kebaikan selalu disampaikan dengan cara yang baik. Apalagi kepada kedua orang tua.

Dari dua contoh ini kita akan lebih menyadari. Ternyata, merasa puas menjadikan kita pribadi yang amnesia dengan kata intropeksi. Juga membuat kita seolah tidak mau berbagi surga yang begitu luas. Padahal tetap saja terasa sepi jika ditinggali seorang diri.

0 komentar