Adventurer's

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Bagiku, pada banyak momen, dunia itu seringkali unik atau bahkan membingungkan. Ada banyak hal yang membuatku bingung dan bertanya-tanya. Salah satunya seperti sekarang ini. Kala aku tengah menikmati kepingan dari bagian pernik kecil dunia bernama Media Sosial. Disitu ada beberapa lapisan tujuan yang membuat adanya beragam 'makanan' yang bisa ditelan penggunanya, seperti ilmu, karya-karya mulai dari yang asal hingga yang paling niat nan bermutu, teman, dagangan atau sekedar bahan hiburan bahkan propaganda yang sengaja diselubungkan agar mudah merajelela.

Pertanyaanku satu, jika kemudian terlalu banyak hal yang tidak termasuk dalam prioritas tetapi mampu memenuhi sebagian besar dari isi kepala maka: apa pentingnya? Iya, terlalu banyak informasi agaknya menjadi salah satu bentuk berlebih-lebihan atau mungkin bisa sarat akan kesia-sian yang seiring berjalannya masa tidak menyehatkan jiwa dan pikiran. Hal-hal itu kadang-kadang bukan menjadi jalan untuk menghapus beban, melainkan hanya semu. Justeru semakin memberatkan saat kian diulang-ulang.

Inilah yang mendorongku untuk off line untuk beberapa waktu pada beberapa kesempatan yang aku punya. Itu bukan berarti aku tidak ingin terus relevan dengan zaman. Hanya saja, ingin mendapati suasana hati yang lebih tentram dan nyaman. Apalagi tanpa harus dipublikasikan. Memang, semua bisa menjadi pelajaran, apalagi perihal kebaikan. Barangkali bisa menjadi bahan untuk terus saling mengingatkan. Namun kadang, perasaan takut koyaknya iman dan taqwa yang dirasa begitu tipis dengan beragam penyakit hati di era kekinian juga acapkali membuat langkah tertahan dan kalbu meringis.

Sampai harus seperti itukah? Padahal, kan, tidak semua orang mengikuti banyak sosok-sosok populer dalam media sosialnya, apalagi jika mereka adalah role model penggugah semangat dan inspiratif. Juga, tidak semua orang juga tidak memiliki visi yang jelas untuk itu. Ada banyak pihak yang kemudian telah merancang matang-matang agar banyak umpan yang bisa tertarik dan masuk dalam 'kandang'. Sehingga, bagi orang kebanyakan, muskil untuk terlalu banyak terpapar ilusi lalu lupa untuk bergerak memperkaya kapasitas diri, bukan hanya sibuk dengan hidup 'sosok' lain. Sedang bentuk visi terancang tetap tidak lepas dari target pasar dalam memasarkan produk-produknya. Tidak, tidak, masih banyak yang menyodorkan kebaikan. Lagipula, bukankah semua tergantung pada sang empu diri apakah mau menyerap lebih mendalam banyak pelajaran agar lebih memaknai kehidupan?

Sungguh. Bukan begitu maksudku. Hanya saja, penting untuk berbicara dengan diri sendiri agar kian memahami kebutuhan diri. Jangan sampai media sosial membuat jati diri yang sudah dan sedang terbentuk dari kecil, kepalang terkikis karena telalu menyibukkan hidup dengan hidup dan pencapaian orang lain. Melupakan kenyataan bahwa tiap manusia memiliki hidup dan kesempatan yang sama untuk lebih memaknai hidupnya. Karena meski banyak yang bisa diambil, aku dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Aku perlu lebih mengerti diriku ketimbang lebih memahami seluk beluk yang tersebar di media sosial, yang kadang kala tidak membuat pribadiku menjadi lebih baik lagi.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • I'm Sorry for Everything
  • Kerrong
  • Setiap Orang Berjuang
  • Petunjuk dari Azza wa Jalla
  • Semua Demi Bapak dan Ibu
  • Memilih Menjadi Guru
  • Bawa Motor
  • Poin Penting
  • Mereka
  • Terlambat Membuatku Rugi Berkali-lipat

Categories

  • KKN Stories 27
  • Oretan-oretan di Waktu Luang 177
  • PKL Stories 30
  • Something 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (1)
  • Juni 2023 (1)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • Oktober 2022 (5)
  • Agustus 2022 (1)
  • Mei 2022 (2)
  • April 2022 (3)
  • Maret 2022 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (1)
  • Desember 2021 (3)
  • November 2021 (2)
  • Oktober 2021 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (3)
  • Maret 2021 (3)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (1)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (3)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (2)
  • Maret 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (3)
  • Desember 2018 (2)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (4)
  • September 2018 (4)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juli 2018 (3)
  • Juni 2018 (6)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (18)
  • Februari 2018 (3)
  • Desember 2017 (4)
  • November 2017 (28)
  • Oktober 2017 (17)
  • Agustus 2017 (10)
  • Juli 2017 (20)
  • Juni 2017 (9)
  • Mei 2017 (15)
  • April 2017 (20)
  • Maret 2017 (38)
  • September 2016 (2)
  • Desember 2015 (2)
  • Oktober 2015 (1)
  • September 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

About Me


Hi! I'm Lutfiyah. Welcome to My Blog! I just find out my self by writing. Hope it'll be useful :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates