Adventurer's

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Bukan. Bukan sayang jika gerombolan pandemi #corona ----yang mungkin saja sedang menertawakan kita saat ini----dibuang. Tapi yang ku maksud adalah pelajaran yang terkandung di dalam setiap kejadian yang makhluk bumi alami akhir-akhir ini. Rasanya amat sayang kalau dibiarkan menguap begitu saja tanpa diabadikan lewat catatan. Belum lagi pesan itu disampaikan bukan oleh iklan layanan masyarakat. Karena meski itu yang ditunggu-tunggu lantaran muak dengan tontonan yang ada, ini adalah hal yang berbeda. Salah satu influencer di dunia nyata yang belum lama ini hadir di list sumber inspirasi harianku-lah yang menyampaikannya.

Aku tadi bilang: menertawakan. Lihat saja, beragam rencana yang sudah disusun sedemikian rupa kini harus diatur ulang dengan sistem yang tak lagi sama. Benda yang tidak terlihat oleh mata telanjang itu benar-benar mengajarkan kita, ungkap beliau, bahwa kita seringkali merasa menjadi seorang penentu masa depan, lanjutnya. Seolah kita sudah pasti tahu apa makanan yang besok bisa kita nikmati karena telah memenuhi isi kulkas saban hari.

Kita seperti begitu yakin akan mampu menatap hari esok. Menggenggam pencapaian demi pencapaian, mendapat beasiswa luar negeri, mencetak murid-murid mumpuni, memiliki segudang prestasi, memberi nafkah anak-istri, melambungkan pergerakan ekonomi, merasa menjadi sosok yang paling kuat di bumi. Sombong. Sungguh terlampau sombong tanpa pernah melibatkan Allah SWT di setiap lini.

Maka benar, ikhtiar memang sebuah keharusan, tapi hasil pada akhirnya selalu Allah-lah yang menentukan. Sama seperti saat ini, ikhtiar sangat perlu dilakukan demi jalan yang terbaik untuk semua. Semoga. Hanya saja yang sangat disayangkan adalah upaya-upaya kebaikan yang justru dinodai dengan oknum-oknum yang kian memperkeruh suana. Semoga lekas terbuka hatinya.

Saat jawaban seringkali menjadi misteri. Kita hendaknya tak saling tunjuk jari. Karena bisa jadi setiap kita juga berkontribusi di tengah 'kekalutan' ini. Dengan menyadari itu, kita kemudian tidak akan mudah menuduh malah rajin mengintropeksi diri. Mengistighfari kesombongan yang mungkin memang sudah sangat melampaui besarnya biji sawi, bahkan Fuji. Setelah itu, semoga menjadi kian peduli dan bersinergi. Bahwa kita tak hidup sendiri dan hidup bukan untuk diri sendiri.

Selagi lagi, itu semua bukan kataku (Memang ada penambahan tanpa mengubah maksud). Bukan juga oleh iklan layanan masyarakat di sekotak layar televisi. Itu ujar seorang influencer di dunia nyata yang nyata juga amalannya. Yang saat itu hanya mampu membuatku berkaca-kaca. Tanpa tahu harus berkontribusi apa selain doa, memperbaiki pola hidup dan #dirumahsaja jika memang tidak ada yang teramat penting. 
______

Ah, kalimat terakhir lalu membawaku pada cuplikan-cuplikan sulitnya menghadapi hidup yang dialami segenap manusia di berbagai daerah, kota, bahkan negara. Entah karena kemiskinan, konflik antar negara, diskriminasi, krisis kemanusian dan lain-lain. Betapa kadang aku hanya lebih banyak terdiam untuk mereka. Menikmati anugerah tidur nyenyak dan makan dengan lahap. Hmm, semoga kita bisa meringankan kesedihan dari lingkup yang paling dekat, seperti keluarga, dan seterusnya. 
______

Salam hangat untuk kawan-kawan semua. Semoga diberkahi kesehatan dengan produktivitas yang berkualitas selalu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah berjasa di tengah situasi tak terduga. Semoga badai sangat cepat berlalu. Dan kita diberikan kemudahan untuk menyerap tiap hikmahnya.

#ncbn #nggacumabelajarnulis #pesan #lawancorona #dirumahaja #belajarnulis #writingiscaring

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • I'm Sorry for Everything
  • Kerrong
  • Setiap Orang Berjuang
  • Petunjuk dari Azza wa Jalla
  • Semua Demi Bapak dan Ibu
  • Memilih Menjadi Guru
  • Bawa Motor
  • Poin Penting
  • Mereka
  • Terlambat Membuatku Rugi Berkali-lipat

Categories

  • KKN Stories 27
  • Oretan-oretan di Waktu Luang 177
  • PKL Stories 30
  • Something 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (1)
  • Juni 2023 (1)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • Oktober 2022 (5)
  • Agustus 2022 (1)
  • Mei 2022 (2)
  • April 2022 (3)
  • Maret 2022 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (1)
  • Desember 2021 (3)
  • November 2021 (2)
  • Oktober 2021 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (3)
  • Maret 2021 (3)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (1)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (3)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (2)
  • Maret 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (3)
  • Desember 2018 (2)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (4)
  • September 2018 (4)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juli 2018 (3)
  • Juni 2018 (6)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (18)
  • Februari 2018 (3)
  • Desember 2017 (4)
  • November 2017 (28)
  • Oktober 2017 (17)
  • Agustus 2017 (10)
  • Juli 2017 (20)
  • Juni 2017 (9)
  • Mei 2017 (15)
  • April 2017 (20)
  • Maret 2017 (38)
  • September 2016 (2)
  • Desember 2015 (2)
  • Oktober 2015 (1)
  • September 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

About Me


Hi! I'm Lutfiyah. Welcome to My Blog! I just find out my self by writing. Hope it'll be useful :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates