Adventurer's

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Hehehe, untuk orang sepertiku, tidak ada yang namanya multitasking. Adanya switching, atau bahkan bekerja dengan banyak distraksi. 

Sebab switching justru akan mengurangi keahlian untuk fokus, ketajaman berpikir, dan daya ingat seseorang. Ini yang akhirnya membuat stuck, dalam arti luas.

Sering juga penyebabnya karena terlalu banyak yang ingin dilakukan, banyak yang ingin digenggam, akhirnya sering bias antara 'sibuk' dan 'produktif.'

Padahal, ternyata kunci supaya menghindari stuck dan bisa bertumbuh lagi, salah satunya, adalah FOKUS. Fokus disini juga barangkali maknanya tak sesmpit itu.

Yang tak kalah membuat menelan ludah kala menyimak video singkat ini adalah, stuck terjadi karena kita hanya menjadi pengumpul informasi tapi minim aksi.

Tenang, mungkin hanya bias juga. Mana yang 'stuck' dan mana 'jeda' untuk bernapas sejenak. Sebab timing tiap orang beda-beda. Hihihi.
Cinta yang kamu pahami adalah cinta dalam diam, cinta dalam doa, cinta usai menikah, cinta yang tulus. Maka tak ada di kamusmu, bahwa jalan cinta terbaik adalah dengan berpacaran. Namun anehnya, kamu juga bukan orang yang ingin menemui cinta dengan jalan ta'aruf.

Kadang hal-hal semacam itu yang membuatmu berdosa ketika jatuh cinta. Betul. Kamu merasa jadi orang paling bernoda ketika kamu mencintai seseorang. Ini tak seharusnya begini, itu seharusnya tak begitu, ucapmu.

Kamu lupa. Hati itu memang ada pada ragamu. Tapi tetap saja, kamu tidak memiliki sepenuhnya. Memiliki penuh saja tidak, apalagi menentukan akan: mencintai atau tidak. Iya, sejatinya apapun itu hanya milik Allah SWT, kan.

Dengan mengingat itu, kamu tak lagi merasa bersalah. Kamu mulai ingat lagi: Cinta adalah fitrah. Cinta adalah suci. Cinta adalah putih. Cinta adalah kejujuran. Terlebih, meski cinta adalah misteri, setelah menganalisa, kamu tahu jika pada akhirnya selalu mencintai orang karena karakter - karakternya. Sepaket dengan kekurangan yang melekat.

Tapi, kerapkali, cinta membuatmu amnesia. Karena meski hati itu memang bukan punyamu, kamu masih diberikan hak untuk mampu mengendalikannya. Iya, untuk cinta-cinta yang tidak tepat. Cinta-cinta tidak pada masa yang pas. Cinta-cinta bukan pada orang yang seharusnya. Dan lain sebagainya. Yang demikian itu masih sangat mungkin untuk dikendalikan.

Dan cara pengendalian terbaik adalah dengan doa. Keajaiban doa akan membawamu pada keajaiban berlipat. Maka tak ada yang perlu kamu risaukan bagaimana akhirnya.

Cinta memang rumit. Tak hanya buta, cinta pada manusia kerap membuat cinta pada sang pencipta tergeser. Memang ia adalah anugerah. Namun kebiasaan berdzikir dengan nama Allah, yang kemudian kamu ganti dengan namanya bukankah itu salah?

Kadang yang tidak kamu sadari, bahwa ia juga sebuah ujian. Menguji apakah dzikirmu pada Tuhan akan lebih sering ketimbang dengan mengingat nama seseorang. Menguji apakah cinta akan mengendalikanmu atau sebaliknya, kamu yang mengendalikan cinta. 

Beruntung saat sekolah hingga sekarang kamu tidak pernah pacaran, gumammu dalam hati. Karena jangankan berpacaran, mencintai saja bagimu sudah sangat menguras waktu, fokus dan juga energi. Permasalahan hidup sudah sangat kompleks. Bagaimana mungkin kamu mampu menanggung ruwetnya nilai anjlok dengan patah hati yang sakitnya kerap diluar nalar secara bersamaan. Sementara itu kamu paham betul, bahwa tanpa impian, orang miskin akan mati.

Lalu kamu makin mengimani bahwa, meneruskan cinta bukan karena bertujuan untuk menikah adalah pekerjaan paling membuang waktu. Dan dalam hal mencintai dan memerdulikan seseorang, kamu tidak pernah main-main. Rasanya tak pernah ingin setengah-setengah dalam melakukan kebaikan, apapun itu. Pantas saja, cinta yang butuh untuk kamu pertahankan adalah cinta yang memerlukan waktu yang sangat sangat sangat tepat. Tepat dalam ukuran Tuhan.

Maka kini kamu mulai mampu meluaskan pemahamanmu. Selain 'cinta setelah menikah' kian menjadi syarat yang amat kuat, sekarang cinta yang kamu pahami adalah cinta yang membuatmu 'bebas' berkarya. Bebas belajar. Bebas dari kekhawatiran. Bebas dari pikiran buruk. Bebas dari menduakan cinta pada Sang Maha Cinta. Terdengar sangat klise, dan mustahil pemahaman seperti ini mampu menghinggapi pikiran orang yang sedang jatuh cinta. Sebab ia memang suci, tapi kadang dapat membuat penderitanya gelap hati.









Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • I'm Sorry for Everything
  • Kerrong
  • Setiap Orang Berjuang
  • Petunjuk dari Azza wa Jalla
  • Semua Demi Bapak dan Ibu
  • Memilih Menjadi Guru
  • Bawa Motor
  • Poin Penting
  • Mereka
  • Terlambat Membuatku Rugi Berkali-lipat

Categories

  • KKN Stories 27
  • Oretan-oretan di Waktu Luang 177
  • PKL Stories 30
  • Something 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (1)
  • Juni 2023 (1)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • Oktober 2022 (5)
  • Agustus 2022 (1)
  • Mei 2022 (2)
  • April 2022 (3)
  • Maret 2022 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (1)
  • Desember 2021 (3)
  • November 2021 (2)
  • Oktober 2021 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (3)
  • Maret 2021 (3)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (1)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (3)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (2)
  • Maret 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (3)
  • Desember 2018 (2)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (4)
  • September 2018 (4)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juli 2018 (3)
  • Juni 2018 (6)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (18)
  • Februari 2018 (3)
  • Desember 2017 (4)
  • November 2017 (28)
  • Oktober 2017 (17)
  • Agustus 2017 (10)
  • Juli 2017 (20)
  • Juni 2017 (9)
  • Mei 2017 (15)
  • April 2017 (20)
  • Maret 2017 (38)
  • September 2016 (2)
  • Desember 2015 (2)
  • Oktober 2015 (1)
  • September 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

About Me


Hi! I'm Lutfiyah. Welcome to My Blog! I just find out my self by writing. Hope it'll be useful :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates