Adventurer's

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Setiap lembar kehidupan adalah lembar pelajaran yang begitu berarti. Hari ini aku jadi belajar kembali. Ternyata, salah satu sosok hebat adalah mereka yang senang melihat orang lain bertumbuh. Bahkan meski orang-orang itu akan jauh lebih 'hebat' dari dirinya.

Tak mudah memiliki jiwa yang besar seperti itu. Jiwa yang kokoh, tak mudah runtuh. Ada yang dianugerahi kebersihan hati sejak dini. Ada pula yang malah dihantui rasa iri dan dengki. Secara tidak sadar sedang merasa tersaingi saat yang lain bergegas memperbaiki diri.

Tak mengapa. Jika tidak disengaja, barangkali itu adalah perasaan yang manusiawi. Si manusia dengan banyak sisi. Kita hanya perlu selalu dan selalu belajar menata hati. Lalu berusaha memahami bahwa SEGALANYA berasal dari Sang Pemilik Hati. Kecuali hal-hal yang tidak Dia senangi.

_________

Aku seringkali dibuat kagum, oleh mereka yang tanpa tebang pilih mendukung. Sosok-sosok hebat yang seringkali ada di balik layar orang-orang yang katanya hebat. Mereka bisa menjelma teman, keluarga, sahabat, guru, atau bahkan orang yang tak pernah sekalipun mengenalnya.

Sebentar, kenapa aku menyematkan "katanya"? Karena justru barangkali orang-orang itu tak betul-betul hebat kala sudah beranggapan dialah yang paling mumpuni. Jadi tak pernah mau belajar memperbaiki hati lagi. Sebab telah merasa menjadi the one and only. Maksudku, barangkali, tiap kita pernah di posisi orang yang "sok" hebat ini. Setidaknya saat kita sedang sendiri dan tengah merenungi detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun yang terlewati.

Itulah kenapa aku menulis catatan ini. Agar bisa selalu dibaca oleh diriku selama hidup di bumi. Kemudian menjadi peringatan keras agar selama itu, menjaga jiwa agar tetap waras. Sejatinya, tiap -tiap yang melekat adalah titipan. Bukan karena dirimu. Bukan karena kemampuanmu. Apalagi karena kehebatanmu. Kamu memang punya andil untuk berdoa dan berusaha. Tapi bukan kamu yang mampu menjadikan itu semua.

Maka, jika memang ingin menjadi manusia yang bermanfaat, lakukan step-nya sesuai keinginan yang selama ini kamu catat. Bukankah aneh jika kotor hatimu saat melihat orang lain beraksi dalam kebermanfaatan. Padahal cita-cita luhur membutuhkan kalbu yang 'bersih' dan lapang.

"Hmm, alhamdulillah, laa hawla wa laa quwata illaa billah. Selama hidup rasanya tak pernah iri melihat pencapaian orang lain," katamu. "Justru mereka membuatku terpacu untuk kemudian berlomba-lomba dalam kebaikan," lanjutmu. Eh, itu kan katamu. Ingat, setiap manusia tidak perlu luput dari kesalahan. Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita pada kebaikan. Aamiin allahumma amin.

When I was little and asked what I wanted to be, I answered, that I wanted to be a useful human being. Although I wasn't sure what it means. I just often hear  a lot of people say that, over and over again.

After entering high school, I still didn't change that dream: I wanted to be a useful human being. It souds the same answer. But how I defined the sentence was more complex.

Entering the university, then became a graduate student after four years, who actually have the higher responsibilities, made that desire even more passionate.

But life won't just flat. Yes, we are all facing this moment together. The impact of this pandemic does not only affect our physical health, but also our mental health or even financial. Indeed, that's not the one and only factor. Each of us has our own ups and downs.

For me, "never stop raising our prayers and hopes". God has everything. he has endless spirit, unlimited power and strength, beautiful ways and whatever we dream of. With Him, we will always find a way. We will always find a way. No matter what, where, when, who, why and how.

Pada Desember 2020, aku memutuskan menghapus semua followers dan following-ku di akun ini (Instagram) dan hanya menyisakan lima puluh akun olshop. Entah apa maksudnya. I mean, maksud dari menyisakan akun-akun online shop itu. Sebab aku paham betul mengapa aku kemudian menghapus kebanyakannya.

Sampai hari ini, bagiku, setiap yang bernyawa masih terus berprogres. Ada pasang surut. Ada tanya-jawab. Berdialog dengan diri sendiri. Ini yang juga kerap aku lakukan. Salah satunya seperti, apakah benar aku mengabadikan catatan, momen, dan apapun itu karena Allah? Atau hanya karena egoku sendiri? Aktualisasi yang positif atau justru negatif?

Tentu pertanyaannya tak sesederhana dan sesedikit itu. Banyak sekali dialog yang akhirnya: Baiklah, cobalah mulai dari awal. Cobalah membuat album, diary, atau apapun itu tanpa pernah berharap like, comment, dan tetek bengeknya. Cobalah lagi belajar memurnikan niat, berawal dari hal yang---mungkin bagi banyak orang---begitu sepele ini.

______

Hari ini, aku sungguh tidak menyesali apa yang aku lakukan. Karena cara kecil itu mungkin bisa jadi salah satu jalan yang lapang (lagi dan lagi) agar aku tidak terlalu candu dengan gadget ataupun sosial media di dalamnya. Namun yang perlu aku garis bawahi adalah, networking itu penting, men-follow akun-akun kompeten juga bisa jadi sumber inspirasi. Tidak mungkin rasanya harus mengingat tiap alamat kala ingin menambah insight. Dan akupun telah menimbang itu sebelumnya. Belum lagi, teman-teman lama, teman-teman jauh yang dulu hanya terhubung lewat sosial media, kini cukup menetap dalam doa saja.

Begitu pula dalam kehidupan nyata. Tidak apa-apa jika harus membatasi circle. Tidak harus dipaksakan bila tak cocok. Jika memang tidak bisa membuatmu bertumbuh, kenapa harus tinggal? Maksudku, kitapun harus pandai menggali lagi makna 'bertumbuh'. Jangan malah makin 'berego'. WHAT ARE YOU TALKING ABOUT.

Ini sungguh bukan analogi yang kemudian menyimpulkan bahwa aku tak memiliki pertemanan yang baik dan mendukung di sosial media, maka hapus saja. Bukan. Justru banyak sekali yang (saling) mendukung. Aku hanya ingin belajar lepas dari: bergerak hanya karena sesuatu yang fana. Argh! Sungguh, teramat jauh keinginan itu dengan kondisi diri yang masih alpa. Hei, meski dengan merangkak, aku sungguh tak mengapa.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • I'm Sorry for Everything
  • Kerrong
  • Setiap Orang Berjuang
  • Petunjuk dari Azza wa Jalla
  • Semua Demi Bapak dan Ibu
  • Memilih Menjadi Guru
  • Bawa Motor
  • Poin Penting
  • Mereka
  • Terlambat Membuatku Rugi Berkali-lipat

Categories

  • KKN Stories 27
  • Oretan-oretan di Waktu Luang 177
  • PKL Stories 30
  • Something 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (1)
  • Juni 2023 (1)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • Oktober 2022 (5)
  • Agustus 2022 (1)
  • Mei 2022 (2)
  • April 2022 (3)
  • Maret 2022 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (1)
  • Desember 2021 (3)
  • November 2021 (2)
  • Oktober 2021 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (3)
  • Maret 2021 (3)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (1)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (3)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (2)
  • Maret 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (3)
  • Desember 2018 (2)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (4)
  • September 2018 (4)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juli 2018 (3)
  • Juni 2018 (6)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (18)
  • Februari 2018 (3)
  • Desember 2017 (4)
  • November 2017 (28)
  • Oktober 2017 (17)
  • Agustus 2017 (10)
  • Juli 2017 (20)
  • Juni 2017 (9)
  • Mei 2017 (15)
  • April 2017 (20)
  • Maret 2017 (38)
  • September 2016 (2)
  • Desember 2015 (2)
  • Oktober 2015 (1)
  • September 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

About Me


Hi! I'm Lutfiyah. Welcome to My Blog! I just find out my self by writing. Hope it'll be useful :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates