Adventurer's

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

‘’Kita tak sedekat dulu’’, seakan itu yang ingin Tuhan ucapkan padamu, kala hidupmu mulai menemui banyak ujian ataupun cobaan. Wallahua’lam. Kita tidak pernah benar-benar tahu takaran kebaikan, takaran pahala, takaran kedekatan, dan takaran lainnya. Bagiku, kita sama sekali tidak pernah benar-benar mengetahuinya.

Bahkan saat kemudian kita dihadapkan untuk mengkategorikan apa-apa yang terjadi di hidup kita, kita pun tidak pernah benar-benar tahu apakah kejadian itu masuk ke dalam ujian atau cobaan. Sehingga, pada peristiwa yang dialami diri sendiri pun kita tak berani menghakimi, apalagi pada orang lain.

Namun yang pasti, penting untuk berkontemplasi, mengintrospeksi diri sendiri, bermuhasabah. Lagi, hal semacam ini tak perlu dilakukan dan mungkin diketahui orang lain. Cukup diri kita saja dan Tuhan.

Hal yang juga tak pernah benar-benar kita tahu adalah apakah kedekatan itu bisa diraih hanya cukup dengan ibadah ritual saja, atau juga spritual dan sosial. ini hanya pendapat pribadi saja, karena mungkin akan berbeda lagi ulasannya jika ditulis oleh orang yang berilmu atau orang yang kerap mengaji (baca: belajar). Namun bagiku, tetap saja akan berbeda, saat kita mampu menyempatkan diri untuk membaca al-Quran (walau hanya sedikit) setiap hari dibanding dengan yang lupa dengan kitabnya.

Akan berbeda orang yang menjaga sholat dengan yang tidak. Orang yang mau belajar memperbaiki sholat dengan yang tidak. Orang yang belajar mendisiplinkan untuk sholat sunnah dengan yang tidak. Orang yang mau menyempatkan sesekali berdzikir panjang dengan yang tidak. Orang yang berpuasa dengan yang tidak. Dan lain sebagainya. Sehingga seiring berjalannya waktu, secara spritual dan sosial pun juga bisa diimbangi.

Setidaknya, jika kemudian kita kian dipahamkan maksud dari ritual-ritual yang sebetulnya tak sebatas ritual itu, kita setidaknya akan meraih ketentraman jiwa. Dengan mengingat Allah SWT, hati akan menjadi tenang, begitu dalam al-Quran. Tapi, kata “setidaknya“ itulah yang kemudian membuatnya terlihat menjadi nikmat kecil, yang padahal sangat besar adanya, sangat besar dampaknya, sangat besar pengaruhnya bagi sebagian besar perubahan di hidup kita. Benar saja, karena pusat dari setiap produktivitas kita adalah jiwa dan pikiran.

Meski pengetahuan kita ama terbatas dan memang tidak pernah betul-betul tahu ganjaran atas kedekatan itu. Namun tetap saja, kedekatan itu harus dibangun, segera dibangun, atau dibangun kembali, walau tertatih-tatih. Sebab siapa lagi yang bisa menjadi sandaran di dunia ini? Keluarga, teman, bahkan dirimu sendiri adalah fana, berubah-ubah dan lemah. Jelas kamu membutuhkan dzat yang kokoh.

Karena walau ganjaran dari kedekatan itu adalah ujian, kamu akan dituntun untuk sanggup naik tingkatan. Sedang jika ganjarannya adalan cobaan, kamu akan dipapah untuk sanggup bangkit dari setiap keterpurukan. Jadi semoga, kamu mau mengindahkan kalimat ‘’Kita tak sedekat dulu’’ itu dengan ragam aksi yang sejatinya bermanfaat untuk dirimu.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • I'm Sorry for Everything
  • Kerrong
  • Setiap Orang Berjuang
  • Petunjuk dari Azza wa Jalla
  • Semua Demi Bapak dan Ibu
  • Memilih Menjadi Guru
  • Bawa Motor
  • Poin Penting
  • Mereka
  • Terlambat Membuatku Rugi Berkali-lipat

Categories

  • KKN Stories 27
  • Oretan-oretan di Waktu Luang 177
  • PKL Stories 30
  • Something 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • September 2023 (1)
  • Agustus 2023 (1)
  • Juni 2023 (1)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • Oktober 2022 (5)
  • Agustus 2022 (1)
  • Mei 2022 (2)
  • April 2022 (3)
  • Maret 2022 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (1)
  • Desember 2021 (3)
  • November 2021 (2)
  • Oktober 2021 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Juli 2021 (3)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • April 2021 (3)
  • Maret 2021 (3)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (1)
  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Agustus 2020 (3)
  • Mei 2020 (1)
  • April 2020 (2)
  • Maret 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Oktober 2019 (3)
  • September 2019 (4)
  • Juli 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (3)
  • Desember 2018 (2)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (4)
  • September 2018 (4)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juli 2018 (3)
  • Juni 2018 (6)
  • Mei 2018 (2)
  • April 2018 (4)
  • Maret 2018 (18)
  • Februari 2018 (3)
  • Desember 2017 (4)
  • November 2017 (28)
  • Oktober 2017 (17)
  • Agustus 2017 (10)
  • Juli 2017 (20)
  • Juni 2017 (9)
  • Mei 2017 (15)
  • April 2017 (20)
  • Maret 2017 (38)
  • September 2016 (2)
  • Desember 2015 (2)
  • Oktober 2015 (1)
  • September 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

About Me


Hi! I'm Lutfiyah. Welcome to My Blog! I just find out my self by writing. Hope it'll be useful :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates