Ketergantungan

Saya pernah mencoba meng-off-kan data handphone selama empat hari. Karena bagi saya, say belum menjadi orang sibuk yang amat tergantung dengan data internat handphone yang harus on setiap hari. Saya pun mencoba terobosan ini untuk mengurangi ketergantungan. Sekaligus sebagai cara saya untuk kembali merefresh pikiran dari informasi apapun dari internet yang kadang menumpuk dalam pikiran.

Alhasil saya banyak dikeluarkan dari grup WhatsApp. Salah satunya grup yang mengharuskan untuk tilawah sekian perhari dan laporan. Sakit sih awalnya. Tapi sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah bagi saya. Saya jadi berpikir, bahwa beramal sebaiknya tidak bergantung dengan apapun, kecuali Allah.

Padahal sebenarnya penasaran seperti apa sistem dan kajiannya. Juga sebagai penyemangat karena merasa memiliki visi yang sama untuk menanam benih kebaikan. Akhirnya setelah kejadian itu saya jadi mikir lagi: Bahwa semangat yang paling ampuh adalah yang berasal dari dalam diri sendiri. Dan untuk mendapatkannya adalah meminta kepada yang Maha Segala.

Terobosan yang saya lakukan beberapa minggu yang lalu ini memiliki beberapa pesan moral. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa jangan pernah sekali-kali bergantung dengan sesuatu, kecuali Allah Swt. Serta jangan lupa untik menikmati hidup di dunia nyata jika di dunia maya belum perlu-perlu amat. Hehe. Setiap orang mempunyai pilihan dan alasan. Dan sata yakin, setiap orang mampu berpikir bijak. Paling tidak setiap dari kita memiki potensi untuk senantiasa berperilaku bijak. Sebab bayi lahir tidak langsung menjadi sosok arif nan bijak. Perlu ditempa dari masa ke masa.

Juga barangkali kita telah merasa amat ketergantungan, janganlah putus harapan untuk terus melatih diri. Handphone acapkali menjadi sesuatu yang merusak pikiran, seperti saat seseorang ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang. Untuk siapapun di sana yang barangkali tengah di posisi itu, janganlah patah arang untuk terus berubah menjadi lebih baik. Selalu yakini dan dengarkan hati nurani.

0 komentar