Beberapa tahun silam kuungkapkan keinginanku untuk menetap di kost. Aku ingin tahu seperti apa organisasi di kampus. Tapi keinginan ini langsung ditolak secara halus; Kau sudah berorganisasi disini, tugasmu hanyalah fokus kuliah. Ungkap seorang anggota keluarga padaku.
Kala itu aku mengerti, dari nadanya, beliau takut aku terpengaruh (padahal aslinya mempengaruhi, hehe *jk). Maka aku menurut saja. Kendati demikian aku akan selalu ingat perkataan Murti; bahwa ia ingin menjadi orang yang terbuka dan berteman dengan siapa saja. Meski memang, aku juga ingat sabda Rasul; jika kita ingin melihat karakter seseorang tengoklah siapa temannya. Seorang bisa wangi karena berteman dengan penjual minyak wangi, dst.
Apapun itu, in shaa Allah, aku bukan tipikal orang yang mudah percaya dengan hasutan, tidak mudah memihak dan sebagainya. Alladzii 'allama bil qalam (eh, ini bener ga sih tulisannya). Allah yang akan selalu menunjukkan jalan yang baik selama kita terus berusaha mendekat padaNya. Karena tidak ada guru yang terbaik ketimbang Dia, dzat Yang Maha Segalanya.
****
Malam ini. Tomato---panggilan untuk adik perempuanku---pulang larut malam usai mengikuti kegiatan organisasi kampus. Seketika hatiku takut. Mungkin perasaan yang sama dan menjadi alasan kenapa dulu aku dilarang. Tapi jika hanya diam, kapan akan berkembang?
Aku merapalkan doa, sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik penjaga. Semoga Ia terus membimbing adikku di jalan kebaikan.
0 komentar