Bener kata Pak Novianto, bahwa kita belum komitmen berjualan karena hidup masih di zona nyaman. Makan masih minta ke orang tua, dll. Belum merasa kepepet. Belum merasa benar-benar sendiri untuk berusaha memenuhi dan mencari penghidupan.
Aku juga demikian, jualan kalo lagi mood lagi bagus. Saat mendapatkan untung juga biasa-biasa aja. Biasa dalam artian senang barangnya laku, tapi aku tidam memperhatikan profit, keberlanjutan usaha, dsbgnya. Karena mungkin belum benar-benar mebutuhkan uang.
Sama seperti saat mendapatkan honor menulis sebesar Rp.150.000,_ kala itu. Biasa-biasa aja. Biasa aja dalam artian senang naskah lolos tapi tidak terlalu memperihatikan jika ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan tulisan. Waktu mengirim juga coba-coba karena saran teman. Barangkali tulisannya bisa bermanfaat. Tapi waktu lagi kepepet butuh uang akhirnya mikir buat segera ngirim naskah, lebih banyak. Dan belum ada yang lolos. Bahkan bisa terbilang lumayan sulit. Hehe bisa jadi karena salah niat. Padahal tulisan bisa membikin perubahan.
Well, uang emang bukan tujuan akhir, melainkan cuma bonus atau bahkan tujuan antara yang mendukung kita untuk melakukan kebaikan sebagai tujuan akhir. Yang perlu digarisbawahi adalah mandiri. Berusaha agar tidak membebani negara, minimal keluarga. Lebih luasnya lagi akan membantu mereka mendapat lapangan kerja, dan atau membantu mereka menjalankan usahanya.
Setelah sedikit berpikir, ternyata kita cuma mau berjualan dan menulis kalau sedang kepepet butuh uang. Jadi mungkin sangat perlu membetulkan niat, agar bisa menjalankan sesuatu dengan tujuan yang lebih besar, yakni kebermanfaatan. Bukan hanya melulu uang dan terjebak dalam zona nyaman.
0 komentar