Mengenang Masa

Karena hidup sudah kepalang nyaman, jadi berasa lupa kejadian menakjubkan dan susah di masa lalu, masa MTs, MA. Masa-masa sekolah yang dulunya pahit dirasakan, justeru kini membuat tersenyum saat diingat.

Kapan-kapan saya ingin menulisnya, meski tentu kisah saya tidak semenakjubkan kisah Andrea Hirata, Dahlan Iskan, Andy F Noya, Ahmad Fuadi yang sampai tidur di ujung kasur teman kostnya, dll.

Setidaknya bisa saya membacanya sendiri kelak. Agar tidak mudah mengeluh dengan hal kecil dan menyerah pada keadaan. Belum lagi, berada di zona nyaman acapkali membuat saya lupa saat berada di masa-masa kesusahan.

Hihi, nganterin Muna yang hendak belajar Penjas pagi buta ini membuat pikiran seperti ini keluar menari-nari. Mengenang setiap kejadian yang seolah baru terjadi kemarin. Kala saya harus pergi pagi buta dan menunggu angkutan yang tidak tentu kapan datang. Berangkat menjelang subuh, hingga mengharuskan saya berhenti sejenak di sebuah masjid untuk menunaikan kewajiban. Berjalan kaki usai menaiki bus sebab tak ada bus yang berhenti di depan gerbang sekolah. Dan kenangan lainnya.

Memang, sekali lagi, bisa jadi masa seperti itu adalah pengalaman biasa bagi setiap orang. Namun tetap bagi saya pribadi, mengenang kepahitan dengan senyuman adalah cara untuk kembali membangkitkan semangat yang jauh dari keabadian.

0 komentar