Pengamatan Mini

Beberapa bulan yang lalu gue berusaha sungguh-sungguh supaya ga terlalu kecanduan sosmed (FB, IG, dll) dan menurut gue berhasil. Salah satu triknya adalah ga terlalu banyak beli paketan data sama nguatin tekad. Soalnya gue tipikal orang yang mudah kecanduan hal yang berbau teknologi. Pas SMP, maksud gue pas MTs, gue kecanduan dengerin lagu barat, nonton film sampe larut, maen banyak game, dll. Gue akhirnya mikir, emang sih ada manfaat meski secuil, tapi kapan gue mau ngelakuin hal yang manfaatnya jelas-jelas lebih besar?
Pun sama sosmed-sosmed itu.

Nah, mulai beberapa minggu lalu gue ngelakuin pengamatan mini. Pemaparan yang gue dapetin adalah sosmed sudah menjadi makanan wajib di era digital seperti sekarang.
Para pebisnis, penulis dll harus sedia aktif di sosmed. Beberapa penerbit bahkan mempertimbangkan jumlah followers penulis sebagai penentu keputusan untuk menerbitkan bukunya. Maka selebgram akan mudah dilirik karya tulisnya. Lebih-lebih memang inspiratif. Pun pebisnis. Mereka juga perlu aktif di sosmed, follower kadang kala menjadi acuan pasar yang akan membeli produk atau meski hanya sekedar membantu membagikan info produk.
Dari pengamatan yang gue lakuin, kegiatan di sosmed memang kudu dilakuin (mulai dari update status remeh, berat, promo jualan, promo buku, dll). Seolah sudah menjadi kebutuhan, biar tidak tergerus zaman.

Dari situ gue jadi paham, bahwa sosmed tidak selalu berimage buruk. Disana kita bisa jualan, menebar kebaikan, dll dengan porsi yang pas. Tapi tetap, tidak ada yang lebih mendamaikan serupa isi al-Qur'an. Demi Allah, Tuhan yang jiwa gue ada dalam genggaman-Nya, al-Qur'an adalah pedoman yang tak lekang oleh zaman.

Gue jadi salut banget, sama pebisnis, penulis, yang benar-benar tulus berbagi kebaikan. Misalnya, Darwis Tere Liye. Beliau tidak mau memajang selembar fotopun di karya-karyanya. Ini bukan berarti yang menampilkan foto dan identitas tidak tulus. Tidak, sungguh tidak seperti itu. Gue cuma salut, beliau tidak perlu membuat status alay seperti gue. Hehe. Dengan sedikit memahami bahwa sosmed penting untuk beberapa hal, gue jadi tergoda lagi buat kembali aktif di sosmed. Entah seperti apa polanya. Sebab di saat yang sama gue juga sedikit memahami bahwa al-Qur'an juga tiada duanya.

0 komentar