Nutrisi Pikiran

Ternyata sering sekali menutrisi pikiran dengan hal-hal yang negatif. Seperti dalam status yang aku bagikan beberapa minggu yang lalu ini:

"Kamu mending suka baca." Mmm, bagiku, belum dikatakan suka membaca kalau belum mampu membaca banyak jurnal setiap harinya. Lalu faktanya, membaca sebuah jurnal seringkali membuat mataku mengantuk secara tiba-tiba. Haefhh, memang awalnya perlu dipaksakan. Karena kelak jika sudah terbiasa, rasanya akan lebih mudah dari makan kacang. Hehe, nulis doang sih gampang. Coba lakukan, sayang!😑."

Nah, bagian kalimat yang tebal adalah salah satu cara membentuk akibat negatif dari pikiran-pikiran yang melahirkan mindset dan menentukan tindakan.

Maka jika seseorang menganggap monday adalah monsterday, maka tidak dengan kamu. Kamu harus punya pikiran positif yang akan melahirkan tindakan-tindakan baik. Ubahlah skripshit menjadi skripsweet. Sugestikan demikian. Sebab ia adalah proyek malaikat dann bisa jadi merupakan hajat orang banyak. Iya, rasa malas kerap melumat-lumat ide yang tertimbun hingga akhirnya berkarat. Kumpulan jemari di atas qwerty akhirnya stuck, skakmat. Jadi, mula-mula adalah mengasahnya dengan pikiran-pikiran yang indah. Meski nyatanya memang tidak mudah. Akan selalu ada kerikil-kerikil beragam ukuran yang menguji kesabaran. Oleh karenanya, selalu sugestikan perihal kebaikan sebagai makanan utama sebuah pikiran. Pikiran yang melahirkan tindakan. Konon, pikiran yang baik akan
menciptakan kemudahan-kemudahan.

Selalu ingat bahwa kita perlu ikhtiar membebaskan diri dari belenggu malas, dll---yang kapan saja menghalangi. Perlu perjuangan keras untuk itu. Barulah,  saat kelak indah pada waktunya, kita akan merasakan buah manis. Buah manis yang juga akan dinikmati banyak orang. Karena kita tidak berhenti membebasakan diri kita sendiri, tapi juga belenggu yang ada pada banyak orang.

Bismillah💞

0 komentar