Sambil waiting, olahjari dulu dah. Ngomongin apa ya? Lebih tepatnya, apa bahan cerita yang bakal kita kasih ke jari biar diolah? Oh iya. Menurutmu waktu yang bener-bener bikin kita ga mikirin dunia itu kapan?
Kalo menurut gue (è jâwâb dhibi'😆) mulai tengah malem sampe jam limaan pagi. Pas kita bangun tidur di jam itu (asumsinya bangun tok) terus mau sedikit merenung, disitu kadang kita mikir kalo ternyata hidup cuma sibuk dipake buat nyiapin tujuan dunia, disaat itu juga terbesit pikiran kalo harta, dll bener-bener ga berarti, ga penting.
Di jam itu (apalagi tengah malem sampe sepertinga malam terakhir) kebanyakan orang-orang lagi pada tidur pules. Yang punya mobil ga bakal tidur meluk mobilnya, digotong ke rumah. Melainkan diam, mati di bagasi. Yang punya barang-barang berharga lainnya juga tidak mesti dibawa tidur. Tidak mungkin selama dua puluh empat jam mengawasi kulkas, teve, dan lain-lain.
Pernah ga ngerasa demikian? Meskipun di jam itu juga merupakan waktu (banyak) orang tengah mencari nafkah (ke pasar, dll). Dan nafkah bisa jadi jalan untuk bekal akhirat, tapi yang gue maksud adalah pure persiapan (aktivitas) yang orientasinya benar-benar akhirat.
Permisalan diatas adalah gambaran betapa harta bahkan tidak dibawa tidur, apalagi dibawa mati. Harta itu ga penting, kalo tujuannya cuma duniawi. Beda kalo misal kita dianugerahi kekayaan melimpah, tapi paham jika semua hanya milik yang Kuasa. Kapan saja bisa Dia minta kembali. Jika Dia kehendaki.
Gue jadi inget ungkapan (entah hadits ato kata mutiara, lupa gue) ini: Persiapkan akhiratmu seolah-olah kamu mati besok dan carilah nafkah seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun lagi. Begitu kira-kira bunyinya.
0 komentar