Menurut forum terkemuka di Inggris, ada tiga hal yang menjadi kiat sukses untuk menguasai bahasa Inggris. Kiat yang pertama adalah memahaminya, kemudian menghafalkannya dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tiga kiat yang dilakukan secara terus menerus itu, maka biidhnillah kita akan mampu menguasai bahasa Inggris.
Benar, saya memahami beberapa grammar, menghafal 100 kosa kata per minggu---yang kini banyak mengilang---tapi selalu ragu untuk mempraktekkan. Selalu dihantui perasaan takut salah, malu, takut dianggap sombong, dsbgnya yang pada hakikatnya hanya merugikan diri sendiri. Karena itulah, meski mempelajari bahasa Inggris dalam waktu yang lama (bagi saya), saya belum lancar melafalkan dan menuliskannya. Saya mengabaikan peringatan yang jelas-jelas sudah nampak di depan saya, di atas papan tulis putih kala itu, yang berbunyi: Don't hesitate to speak english!
Kala itu saya tidak pernah berpikir jika saya akan melewatkan kiat ketiga yang justru menjadi salah satu langkah besar untuk menuju perubahan. Saya juga terlalu sibuk memikirkan bagaimana jika tenses yang saya gunakan tidak pada tempatnya? Bagaimana jika begini? Bagaimana jika begitu? Kesibukan itu yang akhirnya membuat keinginan untuk sungguh-sungguh menguasai bahasa Inggris justru perlahan menguap. Yang tertinggal hanya keraguan dan ketakutan yang tidak akan pernah putus jika saya sendiri tidak mau memutusnya.
----
Untuk kiat diatas saya pikir juga berlaku kalau kita ingin menguasai ilmu lain. Sejak SD hingga sekarang kita diajarkan untuk bersabar---meski seringkali tidak tersurat---tapi betapa sulit mengamalkannya, menguasainya, karena kita tidak mau mempraktekkanya. Maka teori sabar, toleran, perhitungan, bisnis, etika, dan lain-lain itu seringkali hanya menjadi seonggok oretan.
Semoga selalu Allah mudahkan🌸
0 komentar