Air Zam - zam

Dulu kecelakaan di semester 5 pas ketika materi kuliah ini itu anget-angetnya (gorengan kali). Akhirnya dua minggu ga masuk bikin pelenga pelongo pas masuk di hari pertama. Ini belajar apaan kok kek susah banget. Dan ga tau kenapa kemarin diminta ganti judul yang persis pake materi kuliah itu. Qadarullah. Jadi, semacam bener-bener belajar lagi, karena dulu pahamnya cuma ampe pertengahan. Gue juga baru inget, dulu pas pertama kali masuk kampus di hari pertama mata kuliah lain di semester satu, kita disuruh buat ngereview skripsi. Akhirnya gue comot secara asal skripsi perihal tembakau, isinya persis perihal materi kuliah yang pas gue kecelakaan. MasyaaAllah. Sungguh ga ada yang kebetulan di dunia ini.

Maka, setiap kata yang diucapkan Pak Andrie itu serupa air zam-zam yang kemudian dimasukkan kedalam cangkir lantas gue pegang dengan hati-hati kala meminumnya, begitu berharga. Kemudian air itu mengalir dalam tubuh, menyegarkan raga juga jiwa. Lalu, titahnya tidak akan gue tawar. Sungguh, beliau telah Allah gariskan untuk membimbing gue. Maka, gue percaya saja akan alurnya, karena pada beberapa hal ia yang lebih mengerti. Semoga Dia selalu merahmati beliau dan memudahkan jalan gue, juga teman-teman gue.

Setelah gue pikir-pikir inilah yang terbaik buat gue. Ini sepertinya lebih mudah dari penelitian dengan judul sebelumnya. Itu sih pendapat gue. Akhirnya gue terus berprasangka baik sama Allah. Ini bener-bener yang terbaik yang Allah beri buat gue. Sampai akhirnya, beberapa temen bilang, justru ini materi yang lebih sulit. Gue kaget. Masak sih? Ngga ah!

Dari situ gue jadi paham, kalau sulit tidaknya itu berasal dari presepsi tiap orang. Dari ucapan dan pola pikir. Jadi, ucapkanlah yang baik-baik dan senantiasa berprasangka baik pada Sang Kholik. Sebab innallahaa'lamumalaata'lamuun. Dia mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui.

Bagi gue, Allah tidak hanya menciptakan air zam-zam berwujud cair dan dapat dinikmati secara lahir. Tapi ia juga bisa berbentuk petuah dan ilmu yang keluar dari lisan seorang guru yang kadangkala dahsyat dan mampu menentramkan batin. Berprasangkalah baik, karena Allah Maha Baik.

0 komentar