Seseorang yang mumpuni tidak terlihat dari banyaknya berbicara saat dalam forum resmi ataupun tidak. Bukan mereka yang menguasai penuh pembicaraan. Melainkan mereka yang berbicara seperlunya. Berbicara saat waktunya datang dan memang harus berbicara.
Aku memiliki seorang teman les. Dia pintar dan cerdas bukan buatan. Memenangi banyak perlombaan olimpiade tingkat propinsi, memperoleh nilai yang gemilang di kelas, dan dinilai mumpuni dalam banyak hal dan mata pelajaran.
Lalu bagaimana pembawaannya sehari-hari? Saat berkumpul dengan yang lain, ia justru lebih banyak diam dan tidak berkomentar. Dengan wajah yang tenang sebetulnya ia tengah berpikir. Ia hanya akan ngelucu bukan berteori yang berat-berat.
---
Ada sebuah nasihat dari Ibnu Khaldun yang berbunyi: "Puncak dari ketinggian adab, adalah engkau diam dan mendengarkan seseorang yang sedang bercerita kepadamu tentang sesuatu yang engkau ketahui dengan baik sementara dia tidak menguasainya."
Dari sini kita bisa memahami, bahwa memang dalam banyak kesempatan, diam justru adalah benar-benar emas.
0 komentar