Belakangan aku mengikuti beberapa event lomba menulis esai, cerpen, puisi dan quotes. Awalnya iseng. Akhirnya makin termotivasi agar bisa menambah wawasan perihal karya sastra (Baca: biar dapet sertifikat, ups). Dan benar, mengikuti event-event seperti itu menambah pembendaharaan kosakata yang aku miliki.
Tidak semua event aku ikuti. Tapi hampir semua event yang ku ikuti gratis. Saking detailnya, aku mengikuti banyak event yang tidak wajib membeli buku antologi yang terbit. Bukan karena dugaan bahwa mereka hanya ingin merauk keuntungan secara komersial. Namun lebih kepada aku tidak ingin membeli, perihal budget. Memang, membeli sama dengan menghargai karya kita yang telah diterbitkan. Tapi lagi-lagi aku berpikir dua kali untuk membeli, jangan-jangan uang ini lebih berarti jika aku berikan pada Ibi dan sebagainya.
Meski ada juga beberapa event yang dengan amat tiba-tiba mengubah ketentuan lomba untuk wajib membeli buku antologi hasil lomba yang sudaj diterbitkan. Aku terhenyak. Hingga saat ini ada empat event yang berperilaku demikian. Mengubah ketentuan lomba secara mendadak. Untuk apalagi kalau bukan untuk meraup keuntungan.
Sungguh, it's not fair. Bagiku itu amat tidak adil. Kita seolah dipermainkan. Sampai yang terakhir, naskahku lolos dengan jumlah peserta ribuan. Sedangkan yang dipilih menjadi kontributor hanya sebanyak tiga ratusan. Event ini juga mengubah ketentuan untuk wajib membeli buku beberapa hari usai pengumuman pemenang telah dirilis. Akhirnya aku merelakannya.
Belakangan aku pahami, jika event-event yang diadakan oleh bermacam penerbit itu beberapa adalah penipu. Banyak sekali yang sudah PO namun buku tak kunjung diantar. Padahal uang sudah ditransfer. Lost contact. Alhasil, berandaku dipenuhi dengan keluhan dan permohonan maaf PJ yang tidak tahu menahu.
Meski kita juga perlu hati-hati dengan penerbit yang not fair dalam eventnya, juga penerbit yang ternyata penipu, kita tidak perlu takut dan kecewa. Masih banyak penerbit lain yang masih menjunjung tinggi kejujuran. Ada penerbit yang justri memberikan voucher terbit dengan nominal sekian. Entah benar adanya, aku belum menggunakan hadiah itu. Kalau tidak salah masa berlakunya hampir habis. Tapi aku sepertinya tidak akan menggunakan voucher terbit itu. Lagi-lagi aku bingung sendiri, apa yang membuatku berperilaku seperti itu.
0 komentar