Abdullah Bin Umar; Orangnya lembut, pemanah ulung, ahli ilmu, tawaddu' dan muda. Ia adalah salah satu sahabat nabi yang sholeh dan patut menjadi idola kita. Ketika ditanya apa keinginan terbesarnya dalam hidup, dengan sepenuh hati beliau menjawab; Aku ingin masuk surga.
Jaman sudah banyak berubah. Namun semoga kita akan tetap menjadi orang muslim yang tidak lupa dengan nilai-nilai fitrah. Hanya karena tergerus oleh modernisasi, kita bisa bebas memilih siapa idola kita yang pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi perilaku kita selama hidup dunia. Lalu hasilnya akan kita petik di akhirat.
Selama hiburan yang menjadi pernak pernik dalam kehidupan kita mubah, maka tidak masalah saja. Menyanyikan lagu Dangdut, menonton pertandingan bola, menyaksikan konser, dan sebagainya. Yang perlu digarisbawahi adalah tidak berlebihan. Mengidolakan mereka mati-matian, menjerit-jerit, tak sungkan mengeluarkan sumpah serapah, dan perilaku tidak terpuji lainnya. Sama halnya saat kita mengidolakan seseorang, seperti artis, youtubers, selebgram, dan lain-lain. Jangan berlebihan. Selama kita benar-benar memahami dengan baik siapa idola yang kita pilih.
Kenapa kita perlu memilih dengan baik siapa idola kita? Karena Rasul Saw. bersabda bahwa kelak di akhirat kita akan bersama orang yang menjadi idola kita. Entah itu di Surga atapun (Naudzubillah) Neraka. Maka, perbanyaklah idola dari golongan orang-orang yang sholeh. Cintailah mereka karena Allah. Sebab kelak, insyaaAllah, kita akan bersama mereka.
Sayangnya, kadangkala banyak dari kita yang seringkali gengsi untuk belajar ilmu agama. Lebih baik mengerahkan energi, materi dan perasaan untuk sekedar mengetahui lebih dalam dan lebih jauh lagi idola semu kita---para aktor manca negara, personil squad, rela stalker berjam-jam, follow dengan beberapa akun yang berbeda dan lain-lain---daripada mempelajari sejarah peradaban dan tokoh-tokoh Islam yang sebenarnya jauh lebih luar biasa. Tokoh-tokoh cendekiawan, para sahabat (seperti Abdullah bin Umar dan lain-lain). Mereka tokoh-tokoh sholeh yang menjadikan dunia sebagai target antara untuk mencapai akhirat sebagai target akhir. Sayang, kadang kala kita pura-pura lupa dengan hal ini. Aku pun---begitu. Astagfirullahal'adzim.
0 komentar