Seminar Motivasi Bersama Ahmad Fuadi
Ini adalah sedikit materi yang saya ingat pada seminar motivasi bersama Ahmad Fuadi, penerima 11 beasiswa luar negeri dan berkeliling dunia (5 benua 50 negara) secara gratis----tadi (8 Oktober 2017) di Lt. 10 Rektorat Universitas Trunojoyo Madura dengan tema Anak Rantau Istimewa Lintasi Khatulistiwa.
Kemudian kata 'Khatulistiwa' diganti dengan Benua, sesuai saran beliau.
"Saya dulu berpikir saya adalah orang pertama, anak pesantren dari kampung yang kemudian bisa keluar negeri, dapat beasiswa gratis. Namun ternyata telah banyak alumni gontor yang lebih dair saya, tapi banyak yang tidak menulisnya. Benar, tulisan mampu menembus batas benua. Teruslah belajar," jelasnya.
Tips 1(Menulis):
1. Niat yang benar, untuk beribadah.
2. Menulis tema yang disuka, hingga jari tidak bisa berhenti.
3. Melakukan riset, agar tulisan bisa detail dan kongkret.
4. Jangan terlalu memikirkan keilmiahan kata yang digunakan.
5. Komitmen/konsisten latihan.
6. Bergantung pada Allah dan diri sendiri, bukan pada orang lain.
7. Tulis dari sekarang! "Kalian cicil dari sekarang. Saya menulis 300 halaman dalam 1 tahun, saya cicil, saya lakukan riset, pulang kampung, dan lain-lain," ucap beliau.
"Penumpas rasa malas, bosan dan ide yang macet adalah niat dan tekad yang kuat lagi benar," tambah beliau diakhir ceramah.
Tips 2 (Beasiswa):
1. Lebihkah usaha dibanding orang lain, usaha di atas rata-rata.
2. Temukan role model, seperti Ahmad Fuadi yang makin terinspirasi oleh pamannya yang memperoleh beasiswa ke Swedia tahun 70-an.
3. Carilah informasi beasiswa sebanyak mungkin.
4. Kuasai bahasa asing, karena ini sangat penting. Bahasa adalah kunci untuk menjelajah dunia.
5. Mimpi adalah ruang yang mendahului kenyataan. Jadi jangan pernah meremehkan sebuah mimpi hanya karena mimpi itu terlampau besar.
6. Perbanyak sedekah.
7. Kemanapun kita merantau, pada akhirnya kita akan kembali, bermuara dan mengabdi untuk Indonesia, mengabdi untuk agama, menjadi hamba Allah.
Tidak hanya novel baru berjudul Anak Rantau, namun ucap beliau, akan segera tayang film kedua dari adaptasi novelnya yang berjudul Ranah 3 Warna. Ini menunjukkan betapa produktifnya beliau, betapa kemudahan demi kemudahan usai berlelah-lelah kini mulai beliau tuai tiada henti. Semua karena ketaqwaan, keyakinan, doa dan usaha.
"Tips dan motivasi ini hanya berlaku beberapa saat. Beliau hanya membantu menyalakan lilin-lilin semangat yang ada pada diri kita. Karena itulah, kita sendiri yang bertanggung jawab untuk menjaga motivasi itu tetap nyala," tukasnya lagi.
Terima kasih, Ustadz...
Sebenarnya sapaan akrab beliau adalah Bang Fuadi. Itu sih setahuku. Tapi bertahun-tahun yang lalu, semenjak aku menamatkan trilogi novel beliau, aku sepakat dengan diriku sendiri, bahwa beliau adalah seorang Ustadz, seorang guru.
Terima kasih, Ustadz...
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya.
0 komentar