Banyak (Jamak=lebih dari satu) temen yang ngirim info lomba nulis. Banyak juga yang nyuruh buat sambil nulis buku. Yang satu bilang, "perihal pertanian", yang lain bilang: "urband legend, kamu pasti bisa," dan lain-lain.
Bahkan pernah dapet pesan lucu dari temen PKL, "Mbak, kalo uda jadi penulis jangan lupain saya, ya."
Aku sendiri hanya bisa terpelongo, bertanya-tanya. Benarkah aku bisa 'menulis'? Sedang aku selalu berpikir bahwa aku nothing. Aku sebenarnya tidak semudah yang mereka terka. Aku tidak selihai yang mereka duga. Karena pikiran semacam ini akhirnya banyak event yang telah aku jadwalkan jauh-jauh hari dengan gampang aku lepas. Bagiku, jangan-jangan aku hanya berburu sertifikat.
Orang boleh berpikir bahwa ia nothing tapi yang tidak boleh ia lupa adalah bahwa setiap orang itu spesial dan mempunyai something.
Sebenarnya kita bisa becita-cita menjadi apapun, dengan rahmat Allah. Dengan-Nya segalanya benar-benar mudah. Tapi yang menjadi pertanyaanku, benarkah Allah sudi memberikan rahmat padaku, si Pendosa.
Hmm... Perlu diingat, tak baik jika orang beriman putus asa dari hidayah dan rahmat Allah. Semoga aku menjadi bagian dari orang-orang yang tidak putus mengharap rahmat Allah. Karena tidak ada yang lebih indah dan mudah menggapai impian berkat bimbingan dari-Nya.
Bagiku, semua orang bisa menjadi penulis. Yang sulit adalah menjadi seorang penulis yang berkarakter, bermanfaat. Lain waktu akan aku sampaikan mengapa aku berkata demikian.
Sungguh, aku tidak butuh pujian, akan tetapi doa. Karena pujian membuat mimpiku makin jauh. Sedang doa membuat kebaikan Tuhan terbuka dan tak dapat disangka-sangka, memudahkan jemari lincah diatas qwerty seolah menari. Doa akan kembali kepada yang melantunkan. Karenanya, berdoa seperti menanam benih kebaikan yang pada masanya akan kita tuai untuk diri kita sendiri.
Dalam tulisan ini terlihat betul pergolakan batin yang aku alami. Akibatnya, ide macet, malas, banyak deadline yang kacau dan sebagainya.
Akhir paragraf, semoga kita lekas dianugerahi niat yang tulus lagi lurus, semangat, dan kemudahan meraih rahmat-Nya. Karena hanya dengan kebaikan Tuhanlah hal-hal demikian mampu terjadi.
0 komentar