Semenjak kuliah, kebiasaan nonton film jadi ga biasa lagi. Hehe. Jangankan nonton film. Pas semester enam aja, hampir ga pernah nonton TV. Jadi ketinggalan berita deh. Memang sih, di hape ada. Tapi di TV itu menurut gue beda, dari berbagai sisi. Eh, tapi selama semester enam ini bisa nyempetin nonton tiga film, ialah Moana, The Boss Baby dan Beauty and The Beast. Hehe, cuma tiga. Pas esempe, sehari bisa satu film. Entah film action dan sebagainya. Walaupun kalo ditanya judulnya pasti ga inget. Yang lebih diinget---biasanya---alur ceritanya.
Apa ya, yang bikin kebiasaan yang satu ini jadi hampir ngilang? Padahal di rumah cuma bengong, makan, tidur. Kemudian bengong, makan, tidur. (hehe, semoga tidak separah ini kenyataannya). Iya, padahal juga, dengan teknologi terkini amat mungkin buat nonton film berjam-jam. Belum lagi promo kuota di mana-mana yang makin berlomba-lomba. Ini, jatah kuota buat nonton drakor aja ga kepake. Ga paham juga, apa drakor yang recommended buat ditonton~
Balik lagi ke ketiga film yang gue tonton selama semester enam. The boss baby, film yang menurut gue lucu aja. Ide keren yang bisa ditampilin dengan film sarat makna. Lalu Moana, film yang sepertinya 'gue' banget. Hehe. Dan Beauty and The Beast, adalah film yang bikin leleh. Ada bagian yang menurut gue touching, menyentuh. Film dengan bubuhan orang-orang yang pandai bernyanyi, Emma Watson yang aktingnya tak ada yang sangsi, dsbgnya menjadi perpaduan yang pas sekali. Meski, selalu, dalam film kadangkala ada bumbu yang sebenarnya tidak perlu. Itu film apa Coto Makasar?
Eh, baru inget, ternyata juga sempet liat film Cahaya Cinta Pesantren dan Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea di TV. Hehe, maaf, suka lupa. Manusia kan begitu~
Sesuatu, kalo tidak berlebihan insyaAllah ada manfaatnya. Yang perlu digarisbawahi, setiap orang selalu punya wadah untuk berkarya, berbagi dan meraup inspirasi. Nonton film, menurut gue bisa bikin wawasan lebih luas atau bahkan termotivasi. Gue juga kadang mikir, "Kok bisa ya punya ide seperti itu?, Kapan bisa kesitu?, Ini bikinnya gimana?, lokasinya dimana?, designernya siapa?, dubber?" dll.
Yang terpenting adalah kita selalu mampu untuk berpikir, mana yang baik dan bermanfaat untuk diri kita, bukan untuk orang lain. Sayangnya, kadang meski kita paham, kita kerap pura-pura lupa. Bahwa ini hanya sebatas kesenangan. Ini tidak membuat diri kita berkembang. Tak ada faedah, karena bidang kita sama sekali tidak sejalan dengan kebiasaan ini. Terlalu berlebihan dosisnya, sementara usia tak lagi muda. Dan lain-lain. Kita kerap pura-pura lupa. Gue juga~
Baiklah, kalo kalian punya film baru, gue minta! 😂
0 komentar