Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Seperti aku yang hari ini masih tidak enak badan. Padahal esok adalah hari keberangkatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Sebenarnya sudah seminggu terakhir kesehatanku menurun. Bahkan seminggu yang lalu aku sudah pergi ke dokter. Lebih tepatnya ke bidan setempat. Seperti biasa, amandel, demam, flu dan low blood pressure. Aku bersyukur, itu cara Allah mengurangi dosaku atau mungkin menegur kesalahanku. Seperti biasa juga, aku tetap keras kepala melakukan rutinitas seperti biasa. Pikirku, banyak mahasiswa yang lebih tangguh. Apalagi aku dengan sakit yang tak seberapa ini.
Aku ingat betul. Dulu saat masih SD, aku kerap keras kepala masuk sekolah meski kurang enak badan. Akhirnya Ibu mengomeliku. Tapi tetap saja aku berangkat. Hingga saat beberapa jam belajar dikelas, aku benar-benar sakit hingga harus dibawa ke UKS (Unit Kesehatan Sekolah) untuk kemudian diantar ke rumah. Selama belajar di sekolah dasar, tak kurang dari tiga kali kejadian itu terulang.
Akhirnya, pagi ini berhasil (maaf) memuntahkan segelas susu yang tadi pagi aku minum dengan sepenuh hati sebagai pengisi perut agar tidak diomeli Ibu. Dan lihatlah sekarang, ia pergi dengan paksa. Aku melihatnya penuh iba. Ini untuk pertama kalinya terjadi, saat telah bertahun-tahun aku menaiki bus mini menuju kampus. Pertama kalinya.
"Kenapa masih masuk?, tugasmu sudah selesai, kan? Tinggal dikumpulkan besok."
"Iya sih punyaku sudah, tapi punya anggota kelompokku yang lain belum. Kita perlu kerja kelompok lagi."
"Ya, tapi kan kalo sakit seperti ini jangan dipaksakan."
"Hehe, ga pa-pa kok."
---
Hari ini adalah akhir dari rentetan tugas yang menumpuk dan meminta untuk dilunasi. Esok, aku akan menghadapi tugas baru. Tentu saja akan lebih berat, indah atau mungkin mengesankan.
Sungguh, aku memang kerap kali merasa gugup menatap masa depan karena melihat ikhtiarku. Tapi benar, aku sama sekali tidak takut menghadapi tantangan, masalah, dan semacamnya. Sejak kecil aku sudah terlalu banyak dan sering merasa takut. Inilah saat dimana aku akan berusaha untuk berani menghadapi apapun. Aku tidak takut.
"I am not afraid to face the world because Allah is always be with me."
Sumenep, 2017
0 komentar