Jika melihat schedule yang ku buat, saat itu sebenarnya adalah waktu untuk belajar mata kuliah Manajemen Keuangan untuk persiapan UTS. Namun aku lebih memilih bercerita dengan Mbak Sulungku yang esok akan kembali ke Kota Rantau. Ah, bukannya aku memang begitu. Schedule-nya apa yang dikerjain apa. Di jadual belajar toefl, faktanya nonton tipi. Hehe, tapi kali ini aku mempunyai alasan yang berbeda. Yang sepertinya kalian mafhum karena amat masuk di akal. Yakni, quality time.
Kerap bertebaran bahasa ini di jaman yang katanya kekinian ini. Ada di status, di jepretan foto, dsgnya. Maka aku dengan sepihak menyatakan bahwa ''quality time" adalah bahasa ala kekinian.
Kita boleh saja sibuk dengan rutinitas harian. Dengan bertumpuk-tumpuk tugas kantor, tugas kampus, dan sejenisnya. Tapi kita tidak boleh melupakan satu hal, quality time. Jangan lupa mengalokasikan sedikit waktu hanya untuk bercengkrama, bertanya kabar, dll pada mereka (keluarga, dsbgnya) agar kita tidak melupakan esensi hidup.
Letakkan hapemu sejenak, letakkan tugas-tugasmu sebentar, letakkan...
Jangan-jangan quality time hanya sebuah status maya yang menyesaki beranda orang-orang. Karena di dunia nyata kita tengah sibuk sendiri-sendiri. Ada yang fokus memotret makanan yang belum terjamah. Ada yang asyik surfing. Dll. Lantas di beranda, kalimat "Quality dengan si A di Cafe X, nih!" telah menyebar luas kemana-kemana. Ke hape-hape butut maupun tercanggih sekalipun. Ke tempat yang amat dekat (hape milik orang yang di-quality-tami) atau tempat nuh jauh disana. Tetaplah, itu semata-mata hanyalah sebuah status, bukan? Biar kekinian, hehe.
#memperingatidirisendiri
Bangkalan, 2 Mei 2017 - 07:41 WIB
0 komentar