Pun Aku (Part. 2)


Pun aku juga beberapa kali (mungkin cuma tiga kali) menjumpai teman yang tiba-tiba bertanya padaku. Aku kaget, ternyata mereka memperhatikanku. Begini pertanyaannya: "Kenapa kamu ga pernah pake celana jeans ke kampus?"
Lalu dengan kalimat awalan yang agak terbata-bata akhirnya aku menceritakannya. Sepotong demi sepotong.
Kedua orang tuaku adalah sosok yang sederhana. Pun keluarga. Mereka tidak pernah memaksa ini itu. Hingga akhirnya saat adikku menggunakan celana jeans, hendak tour bersama teman sekelas di SD-nya. Lalu seorang anggota keluarga, Kakak---yang kala itu ku anggap bawel, berkata: "Doh, mau kemana? Ayo ganti-ganti. Ganti rok atau celana biasa (seperti training, dll), mulai sekarang jangan pakai celana jeans lagi."
Kejadian itu terlintas di depan mataku. Membuatku hanya bisa bertanya dalam keterperangahan. Ini artinya himbauan itu juga berlaku padaku, pikirku. Atas hal ini Ibu bahkan sudah agak menghimbau sejak lama, begini kalimatnya: "Ga papa pake celana jeans, tapi di dalem rok, ya."
Himbauan itu membuatku tertawa, aku belum juga paham.
Sejak kejadian itu aku pernah satu kali, pas SMA, melanggar aturan itu. Saat tour ke Jember, aku memakai celana jeans. Tanpa merasa terpaksa. Tanpa merasa berdosa. Biasa saja. Aku tidak mendengarkan siapapun. Ini hidupku. Privasiku!
Lambat laun aku akhirnya mulai paham berkat-Nya. Ternyata memang lebih baik seperti ini. Berbagai celana jeans baru dengan beragam warna yang baru saja dibelikan Mbak sulung-ku kala itu tidak mampu menggeser pemahamanku dan kedua adikku (kemenakan yang lebih ku anggap adik). Sekarang, malah merasa aneh, malu dan kurang nyaman jika harus demikian, seperti saat ke Jember dulu. Adapun aku juga banyak belajar dari diamnya Mbak Lia.
Aku juga banyak belajar dari Mbak Ais. Saat SMP aku bilang padanya: "Mbak, aku mau ngupload foto ini, ya," kataku sambil menyodorkan hape, terpampang fotoku yang tanpa kerudung. "Hah? Itu kan ga pake kerudung!" Ia agaknya kaget. "memangnya kenapa? Kan cuma foto, Mbak," tanyaku polos dan tidak tahu. " Akhirnya Mbak Ais mulai menjelaskannya.
Islam adalah agama yang detail. Agama yang sangat menjaga kehormatan para pemeluknya. Islam juga tidak mempersulit. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Pada akhirnya semua kembali pada cara, prinsip, pandangan dan jalan hidup masing-masing orang. Sungguh, Allah Maha Memahami kita semua.
Bangkalan, 31 Maret 2017 - 22: 00 WIB

0 komentar