Door Duisternis Tot Licht adalah judul buku berisi kumpulan surat-surat yang konon ditulis oleh R.A Kartini. Dalam bahasa Indonesia dapat berarti; Habis gelap terbitlah terang, yang begitu familiar di telinga kita. Jika tidak salah istilah tersebut terinspirasi dari penggalan ayat al-Qur'an yang berbunyi; Minadzulumaati ilan nur dalam QS. Al-Baqarah. Adapun surat-surat yang ditulis beliau berisi dobrakan pemikiran-pemikiran yang dampaknya bisa kita rasakan hingga kini.
***
Aku tidak ingin membahas mengenai isi buku itu, karena aku bahkan belum pernah memegangnya. Aku juga tidak ingin bercerita mengenai sejarah beliau. Karena memang, meski aku menyukai sejarah, aku lebih suka orang lain yang menceritakannya untukku. Maka, pembendaharaan cerita mengenai sosok RA. Kartini dalam benakku sangatlah terbatas. Hanya sekelumit perjuangan yang ia tuliskan lewat surat-surat mendobraknya. Yang kemudian ia kirim ke korespondensinya di Eropa. Tentang beliau yang berjuang agar wanita pribumi dapat mengenyam pendidikan, hingga akhirnya ia mampu mendirikan sekolah wanita. Tentang emansipasi yang selalu dijunjungnya tinggi-tinggi. Hanya itu. Duh, malu juga rasanya di umur yang sama dengan tanggal kelahiran beliau ini aku hanya mengenal beliau sebatas itu.
Karena itu, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih, telah menjadi salah satu wanita yang dapat menikmati buah manis atas perjuangan yang berhasil beliau lewati. Meski aku bukan Dwi Handayani Syah Putri dan Kartika Jahja yang baru-baru ini masuk di daftar 100 wanita berpengaruh di dunia---dirilis sebuah media ternama, BBC. Aku juga belum mampu mengharumkan nama Indonesia seperti Alexandra Asmasoebrata dengan kemampuan balapnya. Seperti Rini Sugianto sebagai animator di Film The Hobbit 3, Iron Man 3 dan lain-lain (lupa, hehe). Seperti Irma Hardjakusumah, Anggun Cipta Sasmi, Christine Hakim, Sri Mulyani Indrawati dan masih banyak lagi. Banyak banget. Iya, aku belum seperti mereka. Namun itu tidak membuatku urung berterimakasih pada R.A Kartini--sekali lagi--yang membuatku dapat menikmati buah manis atas perjuangan yang berhasil beliau lewati.
***
[Di balik beragam kontroversi mengenai ke-akurat-an isi buku tersebut. Aku hanya ingin bilang satu hal pada kalian: "Kalo kalian punya bukunya, aku minjem yak!" hehe]
***
Selamat Hari Kartini! Buatlah beliau tersenyum bangga terhadap kita, wanita-wanita Indonesia!
Bangkalan, 21 April 2017 - 19:05 WIB
0 komentar