Aku seringkali penasaran dengan cara orang pintar dan cerdas mengerjakan tugas sekolah atau kuliah. Berapa buku yang telah mereka telan? Berapa jurnal yang telah mereka tandaskan? Atau mungkin berapa situs web yang telah mereka buat menjadi sebuah rujukan?
Aku seringkali mengevaluasi caraku berpresentasi. Membuatku tertawa sendiri. Melihat omonganku yang kerap tidak jelas, konyol, belibet, dan mutar-mutar. Tak apalah. Lain waktu akan aku perbaiki. Dan kenyataannya, begitu lagi, ku ulangi, dan payah sekali.
Aku seringkali membuat target-target, lantas ku tulis besar-besar di sebuah kertas. Sering juga sedih karena banyaknya tulisan itu hanya menjadi bangkai target. Hanya ku tulis dan tidak ku upayakan apa yang pada awalnya harus ku lakukan.
Dua bangkai target dari sekian banyak target itu adalah Soft Skill dan Writing Essay. Ku harap mereka hanya mati suri. Tidak sampai menjadi bangkai.
***
Right, aku telah sedikit memahami apa itu essay. Namun membuat sebuah essay ternyata lebih sulit dari membuat dodol. Kekeringan ide adalah alibiku. Ah, barangkali aku hanya sulit untuk memulai. Memangnya sudah berapa buku, jurnal dll yang telah aku lahap? Lantas mengapa kurang ajar betul mengatakan kekeringan ide?
Lalu aku melirik target yang juga tergeletak membuat pilu. Soft Skill, yang artinya upaya-upayaku untuk melatih soft skill di semester sepuh ini. Tidak ada kata terlambat. Jangan sampai begitu lagi, ku ulangi dan payah sekali.
Hope Allah tidak bosan memberi bimbingan pada hamba yang acapkali lupa ini. Juga mengantarkan teman-teman terbaik yang tidak sukar berbagi. Seperti segelas susu coklat hangat yang rela berbagi nikmat dan kehangatan kala pagi.
Bangkalan, 14 April 2017 - 07:59 WIB
0 komentar