Just Be Your Best Self!

Kadang, ada masa dimana aku tidak ingin menjadi diriku sendiri. Aku tidak ingin terlalu mudah mengumbar senyum dan tawa. Juga tidak terlalu panjang lebar bercerita. Aku tidak ingin terlalu detil menggambarkan sesuatu saat orang bertanya. Aku ingin menjadi orang yang cuek. Pikirku, itu akan membuat segalanya lebih mudah.
Belakangan ku mengerti bahwa aku cenderung berkepribadian gabungan sanguinis dan melankolis. Berdasarkan beberapa tes kepribadian online yang aku jalani, dan berbagai kejadian dan pengalaman yang aku alami. Seperti pengolompokkan yang dikemukakan oleh Aristoteles.
Kadang, ada masa dimana aku tidak ingin menjadi diriku sendiri. Aku ingin menjadi orang yang acuh. Orang yang irit bicaranya. Orang yang dingin perilakunya. Ditengah hiruk pikuk manusia yang dengan berupa warna. Ada yang pandai berbahasa kekinian, pandai memuramkan wajah, dan lain-lain.
Keinginan itu kembali muncul saat aku berada ditempat pengambilan e-KTP ini. "Ah, semua layanan masyarakat selalu seperti ini." gumamku.
Namun lihatlah, Wanita parubaya berwajah cantik keibuan ini telah melenyapkan keinginan-keinginan itu. Pikiran-pikiran itu.
Tak perlu diceritakan bagaimana pribadinya. Karena bulir-bulir keringat yang membasahi wajahnya di ruang ber-AC ini telah menceritakan segalanya.
Membungkam setiap jiwa yang hampir hitam. Menyentuh relung kalbu yang kelam. Membuat malu pribadi yang kerap membohongi nurani. Menjadi petuah ampuh bagi yang merenungi.
Percayalah, meski hanya segelintir, tetap ada orang-orang yang mampu memberikan kesejukan. Tidak, aku yang salah. Tidak hanya segelintir. Kita juga akan berusaha menjadi pribadi yang lebih dan lebih baik, kan?
Karena kita akan berpatokan pada ungkapan seorang bijak: Just be your best self! Dimanapun tempat dan bagaimanapun keadaannya. In shaa Allah.
Bangkalan, 17 Maret 2017 - 18:33 WIB

0 komentar