Setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi yang namanya kematian. Kematian merupakan hal yang misterius karena tak satupun makhluk mengetahui kapan kematian akan datang pada mereka, kecuali Sang pencipta yakni Allah SWT. Di tengah gemilaunya dunia ini, jarang sekali manusia yang mengingat mati. Padahal, Rasulullah SAW pernah bersabda : ‘’Banyak – banyaklah mengingat sesuatu yang bisa melenyapkan kenikmatan.” Maksudnya kita sebagai manusia harus melihat kenikmatan yang ada di dunia dengan mengingat mati. Dengan demikian keinginan terhadap sesuatu yang nikmat akan hilang dan hanya menghadap Allah Ta’ala. Kita tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai target akhir, namun menjadikannya sebagai target antara untuk mencapai kenikmatan akhirat sebagai target akhir. Begitulah kiranya seperti apa yang di ungkapkan oleh Ahmad Taufik Nasution dalam bukunya ‘’Melejitkan SQ dengan Prisip 99 Asmaul husna.’’ Artinya, kita tidak terlalu mencintai dunia dengan menumpuk harta, namun menjadikan harta sebagai jalan untuk bertaqwa pada Allah. Sehingga tidak akan ada rumah – rumah yang mewah berlebihan, dan lain sebagainya. Pentingnya mengingat mati sudah dijelaskan di banyak bacaan akurat, namun tentunya kita tidak hanya di anjurkan untuk mengingat mati, menangis tersedu sedan tanpa mempersiapkan kematian. Merpersiapkan amal baik sebanyak – banyaknya untuk hidup kelak setelah kematian. Memang tidak mudah. Tapi Allah membuat kita mampu.
Sudah siapkah kita mati? Benar – benar sendiri dalam gelap gulita saat kapanpun Allah mengangkat kita dari alam dunia. Kita hanya kaku, hampa, tak berdaya, dan memilukan. Tangisan riuh terdengar. Lantas jasad kita di mandikan hingga di kuburkan, ditimbun dengan tanah. Memasuki alam baru, barzah. Mereka, tetangga, sahabat, bahkan keluarga kitapun tak mampu menolong kita. Hanya amal baik, syafaat Rasul, dan rahmatNya yang dapat menerangi kita, membawa kita kepada kebahagiaan hakiki, yang sebenarnya. Seperti yang telah termaktub dalam lauhul mahfuz.
Lalu, sudah siapkah kita mati? Sementara kematian tidak akan pernah menanyakan ‘’Sudah siapkah kamu mati?’’ Kematian bisa menjadi hal yang begitu mengerikan, namun kematian juga dapat menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi, yang indahnya tak terperikan.
Semoga Allah senantisa menjadikan kita manusia yang selalu ingat akan kematian yang bisa datang kapanpun tanpa bertanya, dan senantiasa membimbing kita dari dunia yang penipu ini. Dunia yang penipu ini!
0 komentar