Hobi Gue Dengerin Musik. What?!!!




Headphone yang melekat bergerak patuh mengikuti anggukan kepala seakan terbius senandung yang sebagian besar dari barat. Suara merdu Justin bieber, Justin Timberlake hingga Jus Buahpun memenuhi dua daun headphone yang berwarna hitam. Puluhan lagu berhasil dihafal meski tak mengetahui makna lagu-lagu itu sepenuhnya.
Peristiwa memprihatikan itu seringkali dilakukannya sepulang sekolah atau saat ada waktu senggang. Tak pernah lepas seharipun aktvitas itu ia lewatkan. Selalu dilakukan dengan teratur layaknya upacara bendera.
Agaknya, aktivitas itu dijadikan sebagai obat lelah karena aktivitas sekolah dan rumah. Tugas sekolah yang menumpuk, pelajaran yang membosankan, dan sederet kegiatan lainnya yang dianggap sebagai beban pikiran. Astagfirullahal’adzim.
Baginya kegiatan yang membuat waktu terbuang sia-sia itu dapat menghapus segala lelah yang bersarang dalam jiwa raganya. Pun nasehat saudara–yang dulunya penggemar Linkin Park– itu tak ia gubris. Lagu-lagu yang baginya mengalun begitu indah benar-benar menjadi obat mujarab.
Namun kesenangan itu fana. Pusing tak dapat dihindari setelah aktivitas itu dilakukan. Akhirnya ia menyadari bahwa kegiatan itu juga terasa membosankan dan menambah beban. Iapun mencari-cari sebenarnya apa yang akan membuat hatinya tentram.
Hingga suatu hari, hatinya tersentuh saat membaca sebuah puisi di weblog tentang Al-Qur’an. Semua huruf yang terangkai menjadi kalimat-kalimat yang indah ternyata lebih membius dari senandung barat itu.
Puisi itu secara terang-terangan telah menyindirnya. Seorang muslim, namun kegiatan sehari-hari begitu jauh dari nilai-nilai keislaman. Mengerjakan sholat dan puasa hanya sebagai penggugur kewajiban. Padahal banyak sekali kegiatan  bermanfaat yang seharusnya dilakukan.
Contoh kecil yang berhubungan dengan oretan ini adalah pada kenyataannya kita lebih sering memutar lagu di handphone, di mobil, dsb. Bukankah lebih indah jika kita memutar ayat-ayat alqur’an? Syukur-syukur kalau kita sampai menghafalnya. Kita bisa men-download mp3-nya secara gratis loh. Hihi.
Sungguh, tak ada yang lebih indah dari lantunan Kalamullah. Indahnya meresap ke dalam daging, tulang, hingga sumsum (ini majas apa apa ya? Kok aneh? Ah, tau ah!). Nyaman di telinga, menyegarkan raga, lagi menentramkan jiwa. Suwer! :D




****
Al…most. Almost it’s never enough…
*Ups hehehe, HP-ku kena pencet. :/ Loh? kok!
Iya.. iya.. -_- kebiasaan buruk itu belum punah betul. Masih berproses. Ayo, bagi yang memiliki kebiasaan yang sama. Barangkali juga sama-sama mau berproses. Menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Fastabiqul khairat! ^_^
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Seperti halnya buku Mukasyafatul Qulub karya Imam Al Ghazali, buku Ihya’ Ulumuddin dengan pengarang yang sama secara kebetualan saya temukan di rak buku saat hendak bersih-bersih. Untungnya, sudah merupakan buku ringkasan dari kitab asli yang tebalnya minta ampun (katanya) dan yang terpenting sudah diterjemahkan. Hehe.
Dalam buku tersebut ada satu bab yang mengulas tentang bagimana pandangan islam tentang mendengarkan musik. Berikut ulasannya:
Para ulama ada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkannya. Dasar dibolehkannya terdapat dalam QS. Faathir: 1. Para ulama menafsirkannya dengan suara yang baik.  Baca sendiri ya..
Nabi Saw bersabda mengenai Abi Musa Al-Asy’ari, “Ia telah diberi seruling keluarga Dawud. “Dalam hadits,”Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan ia mempunyai suara yang indah.”
Adalah mustahil dikatakan bahwa hukumnya mubah berdasarkan Kitab Allah Ta’ala dan pembacanya, karena mendengarkan suara burung Adalib adalah mubah. Apabilah mendengarkan suara yang indah itu diperbolehkan, maka suara yang berirama juga tidak diharamkan. Betapa tidak, sedangkan suara-suara nyanyian mempunyai semacam irama bersajak serasi. Ini tidak berbeda dengan keluarnya suara merdu dari tenggorokan manusia, burung, atau lainnya.
Dapatlah diqiyaskan dengan suara burung, suara yang lain yang keluar dari gendang. Tidaklah dikecualikan dari sejenisnya, kecuali yang diharamkan oleh nash, seperti alat musik watar dan seruling yang biasa digunakan untuk mengiringi minum minuman keras.
Dalam buku ini terdapat riwayat riwayat yang menunjukkan secara pasti atas kebolehan mendengarkan lagu dan suara wanita bila tidak menghawatikan fitnah (dalam arti luas). Ringkasnya, mendengarkan lagu itu dapat menggerakkan isi hati. Jika ada kerinduan yang mubah dalam hatinya, lalu engkau menggerakkannya, maka hukumnya boleh. Bilamana haram, lalu engkau menggerakkannya, maka perbuatan itu tidak boleh. Ini mengenai pendengaran orang yang lalai.
Lalu bagaimana dengan lagu-lagu religi yang menggerakkan hati kita untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai Allah Swt?
Yang menambah cinta kepada Allah Ta’ala dan kerinduan kepada-Nya, jika tidak dianggap termasuk hal-hal yang fardhu, maka setidaknya termasuk hal-hal yang mubah. Doa Rasulullah Saw., “Ya Allah, Karuniailah aku kecintaan kepada-Mu dan kecintaan keapa sesuatu yang mendekatkan aku kepada mencintai-Mu.’’
Dan ini penutup ringkasan yang  bagi saya mendebarkan..
Ketahuilah sekarang bahwa pendengaran suara yang merdu itu menggerakkan batin. Diantara orang-orang ada yang kuat imannya dan sempurna keadaannya sehingga tidak memerlukan penggerak dari luar.
Em.. jadi akan ada derajat keimanan tersendiri. Terlepas dari dibolehkannya mendengarkan musik, tentunya kita harus mengetahui batasan-batasan yang sudah ditentukan dalam islam. Seperti tidak berlebihan dan membuat kita meluakan yang fardhu, lagu yang bagus maknanya, penyanyi tidak mengumbar aurat (kalo dengerinnya pake liat video klip kali yak), dan lain sebagainya. Perbuatan sia-sia juga bisa dicontohkan dengan hal lain seperti bermain game, dll. Kali ini kita hanya membahas tentang ‘’Hobi Gue Dengerin Musik.’’ Karena sampaikanlah walau satu ayat. Seperti hadits yang seringkali kita dengar. Semoga kian hari kita semua bisa menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi. Aamiin~
Note:
Semoga catatan ketiga ini bisa bermafaat. Perlu diingat, ulasan serupa tidak hanya terdapat dalam satu buku melainkan banyak! Selamat berburu buku-buku akurat! Jangan seperti saya yang rasa malasnya sering kumat! :)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

0 komentar