Bangkalan,
3 Januari 2015
Siapa sangka di balik cara bicaranya yang ramai
seperti kaleng rombeng (hehe*kidding), senyum manis yang selalu mengembang, semangat sekuat
karang, tak pernah sedikitpun menggambarkan kesedihan. Ternyata di sorot
matanya tersimpan sebuah beban yang begitu besar hingga tak tertangguhkan. Agaknya
gelimang harta tak sedikitpun mengikis beban itu. Ia laksana tikus yang
kelaparan dalam lumbung padi. Ibarat itik buruk rupa yang ditinggal pergi. Seperti
satu – satunya bunga di hamparan taman yang tak terairi. Tidak adakah lagi
tempat untuknya berkeluh kesah hingga kini, saat ini juga ia tumpahkan
tampungan kepedihan itu di depan aku dan ibu. Air mata mengalir diiringi suara
perih yang menyentuh kalbu. Tentu masalahnya bukan sekedar matematika. Tak tanggung
– tanggung, aku umpamakan seperti buah simalakama. Ya, ia berada
dalam situasi
yang rumit.

Sungguh, melihat dan mendengarnya semakin membuatku
mensyukuri hidup. Aku yang selalu mengeluh meski hanya pada diri sendiri saat
mendapatkan masalah. Aku yang seringkali tak mensyukuri hidupku yang begitu
indah. Selalu mengharap bunga mawar yang merah merekah. Dan lupa bahwa aku
seperti ini karena rahmah. Tak menyadari bahwa rahmah Allah-lah yang menjadikan
hidupku cerah!
Berbeda dengan ibu yang dapat mengeluarkan sepatah
dua patah kata untuk menguatkannya meski matanya berkaca – kaca, aku hanya
tertunduk tak dapat berkata – kata. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik
bagimu wahai muslimah. Sesungguhnya Dialah sebaik - baik tempat mengadu. Tempat yang tepat untuk
berkeluh kesah. Karena Allah akan selalu bersama hamba – hamba-Nya baik suka
maupun duka.
Shobat, seperti yang telah ku paparkan di atas bahwa
Allah adalah sebaik – baik tempat mengadu. Saya sendiri pernah bahkan sering
mendapatkan masalah dalam hidup. Tentu, setiap orang pasti pernah mempunyai
masalah. Namun sebenarnya, semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Karena Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamban-Nya.
Ya benar, hal itu sudah termaktub dalam lauhul mahfuz.
Kadang kita beranggapan bahwa Allah memberikan
cobaan di luar batas kemampuan kita. Tapi bagiku itu semua karena anggapan dan
cara kita menyikapi cobaan atau masalah kita. Seringkali kita menyelesai
masalah dengan menimbulkan masalah baru. Itulah yang membuat masalah seakan
begitu berat kita hadapi. Padahal mungkin jika kita mau lebih bijak dan
bersabar lagi, kita akan menemukan jalan yang terbaik bagi masalah kita.
Saat kita telah meminta petunjuk pada Yang Maha
Mengetahui, maka insyaallah kita akan mendapatkan cara yang terbaik untuk
menghadapi masalah di hidup ini. Ingat bahwa tidak semua yang baik bagi manusia
itu baik bagi Allah. Namun ketika itu sudah bagi di mata Allah, maka itulah
yang terbaik bagi kita sebagai hambaNya.
Made on 23rd of April 2015
Sumber Gambar: http://iluvallah.tumblr.com/
0 komentar