Selamat Kamu Menang!

Saat ada pilihan untuk tetap egois dan bertahan demi cuan, kamu berhasil dengan sangat sadar dan rela melepas. Selamat, kamu menang!

Bukan. Bukan berarti yang bertahan egois, namun sungguh tulisan ini begitu personal. Tiap-tiap pribadi punya sikap, alasan, dll sendiri. Tidak bisa disamaratakan.

Tak hanya cuan. Posisi aman  dan ragam iming yang disampaikan dengan meluap-meluap tak juga mampu menggoyahkan hatimu. Maaf, saya memang masih miskin harta, tapi bukan itu tujuan utama saya, katamu. Realistis perlu, tapi caranya tak begitu.

Akan banyak suara, dan mustahil semuanya akan "pro" denganmu. Bahkan barangkali sikapmu dianggap berlebihan. Tak apa, mereka tidak salah. Tidak ada dosa bagi orang yang tidak tahu, bukan.

Selain harga diri, yang mahal ternyata memang adalah saat kamu bisa meraih pelajaran dan menghadapi setiap tantangan.

Walaupun kamu bisa belajar dari hal terjelek sekalipun, apa iya kamu akan bertahan di tempat yang sering mem-blurkan definisi nilai diri, pelajaran, dan tantangan itu sendiri.

Maka, Nak. Selamat kamu menang.

Tapi ingat, selama hidup berlanjut kamu akan masih ke pertandingan yang lain. Kamu akan terus dites. Omonganmu, tulisanmu, doamu, semua akan diuji.

Lalu ingat juga, bahwa kau juga banyak menyerap pelajaran dan memperoleh banyak kebaikan dari sana. Selain bertemu orang-orang baik, kamu juga belajar bagaimana melihat uang dari sudut yang berbeda sekarang.

Dulu kamu selalu berpikir, tanpa uang kamu tidak akan bisa sekolah, kuliah, daftar lomba, dan sebagainya.

Namun kini berbeda.

Tempat itu mengajarimu bahwa ternyata "uang tidak berarti apa-apa". Ya, uang sebanyak apapun tidak ada artinya jika tidak dibarengi semangat.

Meskipun berjibun uang yang kita punya, modal atau apapun sebutannya, kalau pada akhirnya kita tidak memiliki daya juang dan semangat untuk "Sekolah, Bekerja, atau bahkan Mendirikan Usaha" maka ya sama saja nihil.

Kamu juga jadi bisa berpikir, uang bisa dicari dan diusahakan, tapi "semangat yang sama" seringkali tidak datang dua kali.

Itulah kenapa ini yang membuatmu berani mengambil resiko kuliah lagi dengan biaya sendiri. Meskipun siapa yang tahu, kesempatan beasiswa on-going bisa dijajal, walau juga super duper memerlukan keseriusan.

Nak, aku hanya ingin berpesan padamu. Jangan lupakan setiap pelajaran. Tak apa jika terkadang lupa. Sebab kamu cuma manusia. Namun sambil ingat kembali. Supaya kamu bisa menjadikannya pijakan yang kokoh untuk melanjutkan perjalanan.

Sekali lagi, selamat kamu menang!

_______

*Note: aku dan 'diriku yang lain' seperti Ibu dan anaknya sendiri wkwk.

0 komentar