Belajar Lebih Peka
Saya kemarin dibuat sangat terharu dengan sikap seorang murid yang selepas pembelajaran datang menghampiri saya. Awalnya saya mengira dia ingin pamitan karena jam sekolah sudah usai.
Dia bilang: "Makasih ya, Miss. Sudah sabar dengan teman (sebangku) saya." Sambil melirik temennya yang dengan air muka gembira tengah berbincang-bincang dengan yang lain.
Dia kemudian melanjutkan, "Dia kan spesial, Miss. Berbeda dengan kita." Mendengar itu saya langsung sedikit kaget. Sebab saya sama sekali tidak menyadari itu. Menyadari bahwa beliau (maaf) berkebutuhan khusus.
Akhirnya saya bilang dengan suara yang saya kecilkan: "So sorry, I don't know about that. Soalnya dia hebat dan menjawab seperti biasa, loh. Makanya saya ngga tahu. Meskipun jawabannya dengan bahasa Indonesia, tapi kan itu artinya dia mengerti. Maaf, ya."
"Iya, Miss. Dia berbeda. Tapi ngga, kok. Miss sudah sabar banget tadi. Makasih, Miss." tambahnya lagi. Tapi sebetulnya yang membuat saya terharu adalah betapa temannya ini 'nganggep' banget sampai bela-belain ke depan dan menyampaikan terima kasih. Lalu bagi saya, beliau tidak berbeda. Beliau sama seperti kita. Bahkan sangat menginspirasi.
Sedangkan untuk saya, mungkin ke depan saya harus belajar lebih peka lagi. Lalu saya jadi merenung: Kita yang sudah Allah anugerahi "segalanya" apa tidak malu jika harus berasalan tidak percaya diri, tidak semangat, masih banyak kekurangan, dll. Hehe *fomaself 😅
0 komentar