Indonesia, Katanya

Jika 'kata' adalah kekuatan, harusnya perkataan memang diarahkan pada kebaikan. Pada perkataan, tindakan, tulisan yang baik-baik juga. Lagi-lagi, itu yang akan menjadi sebuah afirmasi positif, doa yang menjelma kenyataan.

Sungguh, aku kehabisan gagasan tentang kenapa kata-kata  pesimisme senantiasa dilontarkan, dan ditujukan untuk menggambarkan negara yang katanya mereka cinta. Ringan diluapkan begitu saja. Karena 'kata' dianggap sesuatu yang tak begitu bermakna dan memiliki dampak yang luar biasa.

Bukan. Ini bukan tentang satir, sarkas atau semacamnya. Ini perihal kebiasaan buruk yang dengan sengaja terus dipelihara agar negara ini tak jadi melangkah dan menjadi negara yang hebat.

Benar saja, Indonesia, katanya penuh dengan orang-orang yang maunya instan, sesak dengan manusia yang malas berpikir apalagi saat diminta membuka wawasan lewat bacaan. Warga +62 katanya.

Aku pribadi, tak suka negara yang dibela mati-matian oleh para pejuang diludahi sendiri oleh bangsanya. Meski 'hanya' lewat kata-kata. Meski 'cuma' lewat sosial media.

Jangan menyamaratakan segala hal. Apalagi memandang negara Indonesia baik itu masyarakatnya selalu negatif dari segala sudut. Karena pembentuk kepribadiannya adalah diri kita sendiri.

0 komentar