Kurang lebih dua kali dalam seminggu kaki ini Allah izinkan untuk menapaki RSUD di kotaku dalam kurun waktu hampir dua bulan. Aku amat bersyukur, saat pertama kali melihat dan mengamati tempat ini aku merasa banyak menyerap pelajaran. Karena nuraniku seolah bercerita panjang lebar dengan latar baru yang hadir menyesaki pikiran.
Lalu hari ini. Aku seolah berhenti sejenak. Sepersekian menit bahkan lebih, untuk merenungi apa yang sudah aku pelajari sejauh ini. Aku kemudian menyapukan pandangan ke sekitar. Ku lihat seperti biasa ramai orang duduk dalam antrean. Tapi nyatanya hatiku sepi, sepi dari pelajaran.
Berusaha lebih, akupun meletakkan HP pintar di tas bagian paling dalam. Berharap tidak ada hal yang akan mengalihkan. Namun tetap saja sama. Kosong. Hanya debu di depan daun pintu beterbangan karena terkena angin yang cukup kencang. Keringat dingin serupa kian membawaku sendirian, ke dalam keheningan.
Lalu lalang petugas dan pasien. Keluh kesah yang terselip dalam perbincangan panjang mereka tak juga memberi titik terang. Gelap. Sukar kudapati hikmah di sepanjang perkataan. Yang ada, kembali sendiri, seperti meratapi pribadi yang bagiku makin berubah ke arah yang hakikatnya tidak pernah ada satupun orang menginginkannya.
Aku kemudian menyeret ingatanku pada memori lama saat pertama kali sampai di sini. Harapan-harapan untuk sembuh dari orang-orang. Berbagai lini petugas dengan beragam karakter juga kian memperluas wawasan. Ada yang ramah bukan kepalang. Sabar dan tulus melayani tanpa membaca pangkat jabatan. Ada juga yang menyebalkan---siapa tahu---mungkin sedang memanggul berton-ton beban.
Kerap kali aku dibikin malu saat bertemu dengan orang-orang yang lebih tangguh menjalani hidup. Salah satu dari mereka ialah seorang nenek yang menopangkan tangan kirinya ke tongkat, berjalan seorang diri kesana kemari mengurusi rentetan tahapan untuk bisa mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Setelah membagikan kisahnya, ternyata beliau mengidap penyakit jantung. Tak ku jumpai keluhan, yang kulihat hanyalah ketabahan dan segenap perjuangan.
Di beberapa sudut, beberapa petugas kebersihan menjalani kewajibannya dengan takzim. Hmm.
Lanjutan 👇
Belum dipindah, soon. Dari @l_utfiyah (Instagram)
0 komentar