Shalawat Telah Mencakup Segalanya

Memiliki dua adik yang sudah remaja seringkali membuat aku merasa khawatir. Bahkan kadangkala aku berpikir, jika rasa khawatirku lebih besar dari rasa khawatir seorang orang tua kepada anaknya. Bagaimana tidak, kegiatan sekolah kerapkali membuat ia pulang sore. Atau UKM di kampus yang acapkali mengharuskan ia pulang larut malam. Aku bahkan tidak pernah mengkhawatirkan diriku sendiri seperti ini. Maka aku paham, mengapa Ibu dan Bapak sering belum bisa menelan nasi kala kakiku masih belum menapaki tanah di rumah kami. Lihatlah, diriku saja merasa memiliki rasa khawatir yang lebih besar pada adik-adikku daripada orang tua mereka sendiri. Ya, pikiran tidak mengenakan kalbu mudah saja berekelebat. Takut ada orang 'nakal' dan lain sebagainya.

Hmm, namun aku percaya jika shalawat telah mencakup segalanya. Lalu benarlah, Dia adalah sebaik-baik pelindung.

0 komentar