Bagiku, Kartini masa kini pertama adalah seorang Ibu. Ia sejatinya adalah sosok Kartini bahkan sebelum aku lahir, di masa kini hingga mendatang. Bahkan kalau boleh sesumbar, Kartini tidak akan mampu menyamai perjuangan Ibu. Tapi Kartini juga seorang Ibu. Yang luar biasa dan mulia. Bagaimana tidak, Ibu bukan hanya seorang yang multitasking di mata kanakku kala itu. Tapi ia juga teladan. Sebab Ibu tidak melulu memenuhi perut kami dengan makanan, tapi juga hati kami dengan akhlakul karimah. Ibu tidak hanya menyiapkan pakaian-pakaian layak, tapi juga bekal kebahagiaan hakiki yang banyak.
Perjuangannya tidak akan mampu terbayarkan. Meski ia tidak pernah menuntut balasan. Segala perngorbanan yang tak terhitung, mengalir deras membuat hidupku lebih beruntung. Ibu tidak hanya menjadikan rumah yang nyaman untuk pulang, tapi pundak yang kuat kala ujian datang. Kokohnya piramida ketulusan, kadang aku runtuhkan seketika dengan satu kalimat menyakitkan. Terlepas dari semua dosaku, aku senantiasa melantunkan doa. Agar Kartini yang tak pernah lekang oleh masa itu dianugerahi keberkahan usia. Menuai cinta kasih dariku hingga menua. Berkumpul kembali di alam akhirat, yang tiada pernah fana.
Sosok kedua adalah wanita yang sholehah. Wanita sholehah adalah sosok yang mampu mendamaikan hati. Ia tidak hanya mampu menjaga pandangan, pandai menjaga diri, santun, taat, wawasannya luas, inovatif dan beragam akhlak terpuji lainnya. Karena label 'sholehah' yang menetap dalam jiwa---tidak perlu ia perlihatkan karena toh ia tak pernah ingin dilihat---itu tidak pernah membatasinya untuk berkontribusi pada keluarga, negara dan agama. Sebab sosok yang ia teladani bisa jadi seperti Nusaibah binti Ka'ab yang terkenal tangkas dalam perang. Atau wanita lihai berpolitik dengan arif nan bijaksana seperti Zainab binti Ali bin Abi Thalib. Atau ceria dan kuat hafalannya bak Aisyah RA. Atau lemah lembut, keibuan dan rela berkorban seperti Khadijah RA. Karena menjadi sholehah tidak pernah membatasi wanita untuk berkarya dan bermanfaat dengan tetap menjunjung tinggi ketaqwaan.
Berbicara tentang sosok kartini masa kini yang bermanfaat dan telah berkontribusi nyata lainnya membuat saya mengingat beberapa nama selain tokoh Islam diatas, seperti Dwi Handayani Syah Putri dan Kartika Jahja yang baru-baru ini masuk di daftar 100 wanita berpengaruh di dunia---dirilis sebuah media ternama, BBC. Kartini yang mengharumkan nama Indonesia bernama Alexandra Asmasoebrata dengan kemampuan balapnya. Rini Sugianto sebagai animator di Film The Hobbit 3, Iron Man 3 dan lain-lain, Irma Hardjakusumah, Sinta Nuriyah Wahid, Anggun Cipta Sasmi, Christine Hakim, Sri Mulyani Indrawati, Siti Walidah, Butet Manurung, Asma Nadia, Tririsma Harini, liliana Nasir, Susi Susanti, Sarah Tri Monita, dan masih banyak lagi.
0 komentar