Siang ini aku dibikin menganga mendengar cerita dari adik laki-lakiku. Bagaimana tidak, aku tidak percaya mendengar kenyataan yang ada pada cerita. Berkali-kali aku bertanya. Apakah itu kejadian nyata. Atau hanya karangannya saja.
----
"Mbak, Tadi temenku nemuin hape yang jatuh dari kantong pemiliknya. Orangnya naik motor. Lalu sadar kalo hapenya jatuh dan ingin mengambil hapenya kembali. Tapi sama temenku langsung dibawa lari. Hapenya bagus!"
"Hah? Lah, kenapa ga dikembaliin. Kan sudah tahu siapa pemilikinya. Kalopun belum tahu tetap saja itu bukan haknya. Perlu diumumkan untuk waktu yang sangat lama hingga ditemulan pemiliknya." aku menjelaskan, benar-benar tidak habis pikir.
"Itu dia. Temanku sudah tahu tapi pengen aja ke hapenya. Padahal dia juga sudah memiliki hape. Dan hapenya juga tidak kalah bagus."
"Allah... Dek, yang namanya bukan hak kita ya jangan diambil. Apapun itu akan berpengaruh pada tubuh dan perilaku kita sehari-hari. Tidakkah temanmu itu merasa bersalah?"
"Dia biasa aja. Langsung bawa kabur hape terus dipake. Pas ada yang nelfon ga dia angkat. Takut yang punya katanya," jelas adikku yang masih sibuk bermain Mobile Legend.
"Nih ya, Mbak kasih tahu. Apapun, kalo yang namanya nemu, meskipun cuma satu rupiah, itu bukan hak kita. Jadi harus dikembalikan pada yang punya. Dalam Islam juga ada ketentuan berapa lama kita harus ngumumin barang yang hilang itu biar kembali ke tangan pemilik. Coba, gimana mau berkah dan mudah memahami pelajaran di sekolah kalo mengambil hak orang lain sudah dianggap lumrah?"
Tidak mengomentari apa yang aku sampaikan ia malah bercerita kembali, "Terus ada temenku lagi, Mbak. Dia nemu sekotak besar rokok di gardu. Udah tahu siapa pemiliknya tapi malah dia jual. Laku Rp. 150.000,- katanya."
"Allah," aku menggeleng-geleng.
"Kamu jangan sampai seperti itu, Dek. Inget, kalo bukan hak kita, meski sebesar biji sawi tetaplah berat timbangan dosanya buat kita."
Ia sibuk dengan gamenya. Aku bertanya-tanya sendiri. Bagaimana bisa moral anak millenial yang kerap mengaku kids jaman now jadi seperti ini? Perilaku yang dulu amat ditentang, sekarang justru mudah dilakukan.
Salah satu penyebab butanya mata hati adalah karena mungkin otak yang terlalu sering ditempa dengan gadget. Handphone memiliki peran yang begitu besar. Bagaimana tidak? Dengan adanya jaringan internet, mereka bisa melihat apa saja. Yang mubah hingga yang haram. Tak sedikit yang secara tidak langsung tercuci otaknya, tergiring pemikirannya, dan yang lebih parah tidak peduli lingkungan di sekitarnya.
Tontonan sinetron juga ikut andil. Sinetron yang kebanyakan menampilkan adegan konsumtif membuat para anak millenial ikut terpengaruh. Memiliki sebuah handphone belum cukup jika tidak bisa memiliki dua. Membeli sebuah baju tidak bisa dikatakan anak hits. Menaiki motor butut bagi mereka adalah hal yang harus dijauhkan dari sosok anak millenial. Jauh dari kerja keras, yang penting hidup enak. Jauh dari belajar dengan keras, yang penting di sekolah punya pacar. Dan lain sebagainya.
Ah, apa mungkin aku yang terlalu berprasangka buruk pada moral anak millenial kekinian? Entahlah. Setidaknya semoga kita termasuk orang-orang yang tidak mau turut diam, minimal memperingati diri sendiri dan lingkungan keluarga. Bahwa hidup tidak melulu bermain gadget dengan cara yang negatif dan menonton sinetron cinta monyet. Hidup harus berpengan teguh pada al-Qur'an dan as-Sunnah. Juga teladan para nabi dan sahabat-sahabatnya. Tentang Nabi Musa as yang dalam perjalanannya berdakwah tetap menahan lapar meski menjumpai banyak pohon kurma tak bertuan. Tentang Imam Syafi'i yang sampai takut hafal jika membuka buku karena kemampuan mengahafalnya yang sangat dahsyat sebab ketaqwaan yang selalu ia pelihara. Dan masih banyak kisah lain yang seharusnya mampu menjadi contoh agar moral anak millenial biasa terarah ke jalan kebaikan.
Aku menatap adikku yang masih sibuk bermain game sembari menghela napas. Semoga Allah menuntun kami untuk tidak menghabiskan masa dengan perilaku yang sia-sia. Aamiin.
2 komentar
dan saya salah satu yang terkena imbas kidsnya jaman now yaituuu gadget :D
BalasHapusHihihi, begitupun saya :v
BalasHapus