Benar, Iya, Hmm

Benar, kesempatan adalah permata. Kesempatan bahkan bisa lebih berharga dari sebuah permata. Kesempatan yang seketika hangus, entah karena kesalahan teknis yang terjadi seketika, di luar dugaan. Atau karena kesalahan diri yang tidak mampu menghabiskan waktu dengan benar.

Benar, waktu yang diberikan pada setiap manusia adalah sama. Yang membedakan adalah cara mereka menghabiskannya. Jangan sampai penyesalan timbul akibat diri yang lebih suka menunggu deadline. Penyelesan yang bisa menjadi pelajaran berguna, atau angin lewat saja.

Iya, jadikan pelajaran. Agar tidak terjadi hal yang sama untuk urusan-urusan penting lainnya. Sebagai contoh kecil: Skripsi.
Kecil kau bilang? Bukankah ini bisa menjadi hajat orang banyak?

Iya, harus selalu ingat. Bahwa kita hidup bukan hanya untuk diri kita. Kita ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang. Kita ingin mampu menjadi salah satu dari tak terhitungnya agen-agen perubahan. Oleh karenanya, semoga waktu dan kesempatan bersedia memeluk keinginan-keinginan itu.

Hmm, sungguh. Menulis saja memang amat mudah, sukar melakukannya. Tapi semoga tulisan mampu mempermudah jemari menuliskan karya dan membuat mata hati terbuka. Karena aku percaya, bukan hanya ucapan, tapi tulisan juga sebuah doa.

Hmm, konsep sederhana ini sebenarnya berlaku untuk berbagai urusan, bukan hanya perihal akademik. Sederhana, tapi 'susah-susah' gampang.💦

0 komentar