(Day 18) Belajar dari Master Chef Indonesia

Pernah lihat acara Master Chef Indonesia? Mereka tidak asal memasak. Akan tetapi mereka juga dilatih untuk selalu mampu menjaga 'dapur' tetap rapi dan bersih sambil memasak. Sekali lagi, sambil memasak. Tak heran jika meski mereka tengah memasak, dapur akan tetap tertata rapi dan terlihat bersih.

Makanya, aku jadi lumayan tertegun kala mendapati bagian teras yang biasa kami---KKN 17---jadikan sebagai dapur selalu saja terlihat berantakan. Apalagi saat baru saja usai memasak. Padahal sudah ada piket, piket dalam arti luas. Artinya, tidak hanya memasak, tapi juga mencuci piring, menyapu halaman, merapikan dapur dan lain-lain.

Melihat pemandangan yang tidak mengenakkan ini membuat aku berpikir, jika memang seorang chef kelas atas saja tidak hanya dididik untuk memasak makanan yang enak. Namun bagaimana mereka mampu menjaga kerapian dan kebersihan. Pemikiran ini timbul karena teringat acara Master Chef Indonesia di televisi yang dulu amat ku gemari.

Kebersihan sendiri amat diperhatikan dalam Islam. Sampai-sampai, dalam sebah hadits, kebersihan dikatakan menjadi sebagian dari iman. Lantas kerapian termasuk pada keindahan. Islam juga amat menyukai keindahan.

Selain itu, mereka---para finalis Master Chef Indonesia---juga dilatih mengatur waktu alias time management kala memasak. Dalam waktu 30-60 menit mereka dituntut mampu menyelesaikan masakan yang banyaknya seringkali lebih dari satu macam. Mereka harus mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Aku sendiri, mampu memasak kuah sop, nasi, dua macam lauk, dan sambal lebih cepat dari Ibu. Seringkali seperti itu. (Tapi rasanya tetap kalah enak dengan masakan ibu sih, haha). Kala Ibu memasak sendiri, menurut perhitunganku aku lebih mampu menyelesaikan jenis masakan yang sama dengan waktu yang relatif lebih cepat. Inu karena sesekali aku belajar dari acara TV itu, menggunakan waktu memasak dengan baik. Kala tengah merebus, kita bisa sambil menghaluskan bumbu. Kala sedang menggoreng, kita bisa sembari memotong sayur. Dan sebagainya.

Dalam Islam juga begitu dianjurkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Ini dilakukan untuk semua aktivitas yang kita kerjakan. Adapun surah yang menyinggung perihal waktu adalah surah al-'Ashr dan masih banyak lagi. Ini pertanda untuk mewantu hamba-hambaNya agar senantiasa mampu memanfaatkan waktu di dunia dengan amal sholih.

0 komentar