Selain saya bersyukur saya belajar di Agribisnis. Saya juga bersyukur karena telah menjalani PKL di P4S Persada Nusantara Lumajang dimana kami benar-benar ditempa. Adapun 'benar-benar' mungkin hanya dalam standar saya, seseorang yang begitu manja. Salah satu hal yang membuat saya bersyukur bisa belajar Agribisnis karena setelah saya melihat beberapa program kerja yang mereka (teman-teman KKN dari kelompok lain) usung berbau pertanian. Pertanian dalam arti luas. Inilah yang akhirnya membuat sedikit ilmu yang saya dapat inshaa Allah bisa bermanfaat.
Saya hanya ingin mengungkapkan rasa syukur. Rasa syukur yang biasanya hanya saya keluarkan lewat senyuman kala berhenti di sebuah pertanyaan---saat berbincang dengan seorang lelaki parubaya di dalam bus. Begini pertanyaannya: "Loh, kok ngambil Pertanian? Kenapa ga ambil Teknik, Dek. Anak saya ngambil Teknik." Tapi sungguh, saya tidak akan mendikotomikan ilmu pertanian dan ilmu lain. Semua ilmu pada akhirnya akan sama-sama bermanfaat dan diperlukan. Setitik ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sungguh amat bermakna bila masanya tiba. Contoh kecil seperti pada kegiatan KKN kali ini.
Negara kita adalah negara agraris dan maritim. Oleh karenanya, diperlukan orang-orang yang kompeten dibidang tersebut.
Saya memang tidak seperti teman-teman (sejurusan) saya yang sudah mengamalkan ilmu Agribisnis dengan baik sejak dini. Mereka berjualan, menanam, melakukan pengolahan, melakukan promosi, dsbgnya. Tapi hari ini, saya lagi-lagi bersyukur, karena diminta untuk mewawancarai seorang tokoh masyarakat yang dikenal melakukan pertanian terintegrasi dengan amat baik sore ini. Tak kurang dari puluhan tanaman katanya. Ini karena kebanyakan anggota dari kelompok saya berlatar belakang ekonomi dan komunikasi. Padahal saya sebenarnya tidak terlalu paham mengenai bercocok tanam. Tapi ya bagaimana lagi, saya tidak akan menunggu keajaiban dikirimkan seorang teman berjurusan Agroekoteknologi, kan? Hadapi saja. Bukankah kemarin telah belajar dibuat kikuk di hadapan puluhan hijabers? Sensasinya lebih dari sekadar mengunjungi poktan, hehe.
Karena kegiatan yang ada di Desa Langsar ini cukup padat, semua anggota pasti akan mendapat giliran untuk menjadi delegasi. Ah, sungguh, saya masih saja gamang. Benarkah bisa ber-Kuliah Kerja Nyata? Juga dalam masyarakat sesungguhnya nanti. Khususnya desa saya sendiri. Hmm, bismillah!
"Nyata..nyata..nyata..nyata.." Suara cempreng Spongebob menggema di telinga saya.
Sumenep, 2017
0 komentar