Rindu Allah

Menjadi orang Islam hanya karena keturunan. Mengerjakan ibadah hanya demi menggugurkan kewajiban. Menyematkan agama Islam dalam tanda pengenal tapi rutinitas jauh dari nilai-nilai keislaman.

Tidakkah anda dan saya merasa bosan? Sungguh, zona nyaman ini memuakkan. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Jiwa yang kesepian. Kekeringan spiritual. Rindu akan kehadiran Tuhan di dalam hati. Rindu Dzat yang hanya dengan mengingat nama-Nya kalbu menjadi tenang. Rindu Allah.

***

Ketika kita sudah pernah merasakan kenikmatan karena relatif dekat dengan-Nya. Maka saat kita mengalami keimanan dan ketaqwaan yang fluktuatif, kita akan merasa kosong. Merasa bahwa memang, sumber ketenangan jiwa adalah karena dekat dengan Sang Pencipta. Tenang saat menghadapi peliknya kehidupan yang acapkali menjelma seorang penipu ulung. Atau penindas kelas atas.

Ya Rabbi, panggil kami yaa Rabb...
Berikan kami hidayah-Mu. Jangan keringkan hati kami dengan mengingat nama-Mu. Khusyukkan ibadah kami atas kehendakMu. Agar kami senantiasa memiliki anugerah untuk merasakan kenikmatan dekat dengan-Mu.

Ya Rabbi, sungguh kami hampa yaa Rabb...
Tanpa kehadiran-Mu dalam hati kami semua kesibukan dunia terasa menjemukan. Tanpa ketenangan yang Engkau limpahkan, semua impian seakan berantakan. Tolong berkahilah kami dengan rahmat-Mu.

Aamiin.

Bangkalan, 13 Mei 2017 - 21:10 WIB

0 komentar