[Oleh: KH. Bachtiar Nasir]
Penekanan bahasan kali ini lebih kepada personality ketimbang disiplin akhlak, karena jika tidak salah konotasinya; Akhlakku Kepribadianku. Dalam bahasa Arab, personality adalah as-syakhshiyah. As-syakhshiyah al islamiyah. Islamic personality. Walaupun sebetulnya kata personality tidak tepat untuk menggantikan kata as-syakhshiyah. Pertama dari segi bahasa, personality dari kata persona dalam bahasa Inggris berarti topeng. Selanjutnya personality berubah konotasinya menjadi keseluruhan organisasi individu di tingkat pikiran, perasaan dan tindakannya, baik terhadap dirinya sendiri atau hubungannya dengan orang lain. Jadi yang akan dibahas adalah soal intrapersonal skill dan interpersonal skill. Bagaimana kita menata kelola diri kita sendiri dan menata kelola hubungan kita dengan orang lain.
Secara keilmuan sebenarnya personality umat islam yang kurang paham mengenai as-syakhshiyah al islamiyah lebih terpengaruh oleh cara-cara pandang atau budaya-budaya non islam. Mulai dari tingkat pemikiran, keyakinan, sampai kepada tindakan-tindakannya.
Sejarah ilmu kepribadian dalam ilmu modern yang sering kita pelajari, baik di kampus, training-training, yang notabennya rujukannya seringkali bukan agama dan jauh dari nilai-nilai islam. Sejarah tersebut ada yang berasal dari ilmu gurat tangan, ilmu perbintangan, ilmu tulisan tangan, ilmu tentang wajah, ilmu tentang kuku dan lain sebagainya. Mereka bisa membaca karakter seseorang dilihat dari kukunya. Kemudian secara keilmuan perkembangannya menjadi beberapa tipologi. Seperti tipologi yang didasari oleh pemikiran Hipocrates, Jung, Aristoteles dan lain-lain. Mungkin kita telah sering mendengar istilah introvert dan ekstrovet, itulah yang ada dalam teori Jung. Atau istilah sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis yang dikemukakan oleh Hipocrates dan Aristoteles.
***
Melihat dari segi keilmuan, Islam adalah agama yang sejalan dengan ilmu pengetahuan, selama akal manusia yang digunakan untuk menyelami ilmu pengetahuan itu tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Fenomena soal Ayah Edy yang mengatakan bahwa pelajaran seks awal untuk anak adalah bukan mengajari mereka malu terlebih dahulu. Melainkan dipuaskan dulu logikanya. Ini menurut pendekatan barat. Sebab jika seorang anak diajarkan malu terlebih dahulu lalu dia belum kenal tentang anatomi tubuhnya, akhirnya dia akan sulit mengenal. Inilah yang membuat Ayah Edy memperlihatkan kemaluannya kepada anak yang masih di bawah umur itu. Sehingga dijelaskan anatomi biologis alat vitalnya supaya anaknya memahami itu secara rasional. Sudut pandang ini tentu keliru dan bertentangan dengan nilai-nilai fitrah. Karena tidak melihat science atau ilmu pengetahuan dari sudut pandang wahyu terlebih dahulu, tapi lewat pendekatan-pendekatan kebenaran yang bersifat empirik.
Ini menjadi penting untuk mempelajari ilmu kepribadian berdasarkan sudut pandang agama Islam. Kepentingan itu bukan hanya karena soal karir, bakat, dan cerdas melihat diri sendiri, atau cerdas berinteraksi dengan orang lain. Dalam Islam ketika kita mempelajari soal As-syakhshiyah al islamiyah, pertama kali yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi puncak kepribadian seseorang adalah taat. Sebab kalau semata-mata pergaulan, lalu output-nya adalah maksiat, maka kita sendiri yang akan sengsara. Misalnya, seorang agent insurance atau penjual kartu kredit yang dikejar target akan melakukan cara apapun untuk memenuhi target tersebut. Negotiation to yes strategy, pukat harimau, jaring laba-laba dan lain-lain adalah cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan klien. Jika cara yang dilakukan telah bercampur dengan kemaksiatan, maka kita sendiri yang akan hancur.
Sedang dengan mempelajari ilmu As-syakhshiyah al islamiyah, output yang diharapkan adalah bagaimana kita mampu; 1. ‘uluwwul himmah, dan 2. quwah amaliyah. ‘Uluwwul himmah artinya memiliki semangat yang tinggi dan tekad yang kuat di dalam jiwanya. Sedang quwah adalah kekuatan dan amaliyah adalah perbuatan. Jadi, mampu menjadi pribadi yang sangat produktif karena telah memiliki semangat yang tinggi.
Itulah sedikit gambaran awal mengenai akhlakku kepribadianku, selengkapnya dapat disaksikan di youtube channel AQL Islamic Center.
Bangkalan, 22 April 2017 - 08:39 WIB
0 komentar