DAY 7 - Bersih-bersih dan Silaturahim


Bukan karena masih pagi buta, tapi memang tengah mendung. Jam mengatakan angka 08:20 ketika semuanya sudah bersih. Irvi sudah membersihkan kamar mandi. Lantai sudah bersih karena sudah saya sapu dan pel. Peralatan dapur juga sudah bersih usai Himma memasak--hari ini piketnya. Pun kamar mandi cowok sudah Huda kuras sampai bersih. Menjelmalah kegiatan hari ini diawali dengan bersih-bersih sebelum akhirnya menikmati sarapan pagi.
***
Hampir berjenggot kami bertiga menunggu Huda yang belum muncul batang jarinya. Keadaan ini diperparah oleh ributnya cacing yang sedang konser. Ternyata Huda sedang sibuk mencuci baju. Kami curiga, ia mencuci baju adik-adik juga. Lamaaaa.
***
Di luar riuh sekali. Sekitar tiga rombongan keluarga datang menjenguk adik-adik sedari tadi. Minggu lalu ada sekitar dua rombongan. Menyenangkan sekali menyaksikan mereka. Bercerita apa saja. Berbagi rindu. Menguapkan haru.
***
Sekitar pukul 09:30 WIB kami selesai menyantap sarapan hari ini. Kami bertiga kemudian mengisi log book dan bersenda gurau. Hingga akhirnya--gelap.
***
12:04 WIB saya terbangun. Saya lihat Himma dan Irvi masih pulas. Usai mandi plus sholat dzuhur saya membangunkan keduanya. Kita harus memenuhi undangan silaturahim dari Pak RT jam 13:00 WIB nanti. Dek Hilman mengingatkan kami. Adik-adik yang laim juga sibuk bersiap-siap.
***
Jam yang kami gunakan tidak terbuat dari karet karena ada di handphone kami masing-masing. Pun hape baru yang dimiliki Dek Riko. Namun entah kenapa Jam 13:30 kita baru berangkat menuju kediamaman Pak RT. Hadeee ~
***
Fenomena jam karet mudah kita temui di negeri ini. Seperti mudahnya makan martabak telor, kecuali ada yang tidak suka bawangnya. Lantas masih sibuk memunguti potongan-potongan bawang. Atau semudah makan kacang, kecuali kalau mendapatkan kacang yang sulit dikupas. Lebih-lebih isinya zonk. Pahit. Hehehe. Iya, apa yang sebenarnya salah? Padahal kedisiplinan telah ditanamkan sejak kecil. Bahkan sejak lahir. Ibu selalu disiplin akan jam makan bayinya, kalau tidak si bayi pasti menangis. Sejak SD segala macam kedisiplinan juga bertebaran diaplikasikan. Jam masuk, istirahat lalu jam pulang. SMP kita semakin ditajamkan untuk mengimplementasikan apa itu disiplin. Lalu pada usia SMA semakin ketat rasanya aturan yang akhirnya menuntut kita disiplin. Sayangnya kadangkala semua hanya bentuk formalitas. Kita sulit menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Bahkan saat duduk di bangku kuliah, agen-agen yang sesumbar tentang kedisiplinan lewat orientasi mahasiswa dan sebagainya kerap membuat saya bertanya-tanya. Beginikah?
Atau contoh sederhananya, sesuai pengalaman saya saat ada pengajian. Acara selalu molor, entah karena persiapan panitia yang kurang matang atau penceramah yang telat datang. Entah karena jadwal yang padat atau kendala di perjalanan, kadangkala perlu dimaklumi. Tapi inilah nyatanya. Kenyataan yang tetap membuat saya bertanya-tanya.
Maka, bagian terpenting dari ilmu yang kita dapatkan adalah menerapkannya. Lalu bagian terpenting dari ilmu yang kita sampaikan adalah juga menerapkannya. Seperti apa yang sudah saya lakukan ini. Saya menyampaikan. Jadi saya memiliki beban/keharusan yang lebih untuk menerapkan.
***
Kenapa disiplin itu penting?
Singkatnya, seorang pebisnis bisa kehilangan uang dengan angka fantastis hanya karena keterlambatan beberapa menit. Di lain sisi, di era yang sudah seperti sekarang ini banyak kita jumpai pemuda yang rela menghabiskan berjam-jam masanya hanya untuk sekadar main game (italic) atau mengakses internet. Meskipun tidak dapat dipungkiri ada juga pemuda-pemuda yang mengharumkan negeri ini. Mereka kebanyakan adalah orang-orang yang pandai menghargai masanya. Jika berbicara tentang pemuda kadang membuat kita bergidik mengingat akan besarnya pengaruh seorang pemuda.sedangkan terkait dengan masa/waktu sebenarnya telah banyak diingatkan dalam al-Qur'an. Salah satunya dalam surah Al-Ashr.
***
Semua kembali pada kita pribadi. Ingin menjadi orang yang merugi atau menjadi orang yang beruntung.
.
.
Lumajang, 15 Januari 2017 @22:07 WIB.

0 komentar