Sebuah pesan menyerobot masuk ke handphone Jokowi--panggilan buat Dek Hilman--usai sholat isyak. Pesan itu dari Pak Machmud yang mengabarkan presentasi ditunda esok malam. Fiuuh~
***
Malam kosong hari ini ingin diisi apa. Sebenarnya bisa mencicil laporan. Atau menulis perihal sosial ekonomi di diary sesuai permintaan Pak Andrie--dosen pembimbing PKL kami. Atau mengisi log book (italic) hari ini. Atau mungkin membaca novel bahasa inggris sesuai saran Ana yang belum saya sentuh sama sekali. Eh Irvi mengajak saya nonton TV di aula. Sudah hampir seminggu disini, belum pernah nonton TV. Dan akhirnyaaaa, dari options tersebut saya memilih sebuah kebijaksanaan. Jeng jeng jeeeeng--tidur lebih awal. Hehehe. Jangan lupa baca doa biar bernilai pahala. Cuci tangan, cuci kaki dan gosok gigi juga. Hiaaa.
***
Sebelum ibadah--tidur--saya kembali mengingat kegiatan dan ilmu yang didapat hari ini. Kami membuat lubang, memasukkan benih, lalu menutupnya dengan pupuk kandang. Berbeda dengan cabai kemarin yang menggunakan pupuk kimia. Kegiatan boleh sama, namun ada ilmu baru yang kami ketahui baru-baru ini. Mulsa yang dipasang salah satunya berfungsi untuk menahan tumbuhnya rumput di sekitar tanaman. Kemudian potongan mulsa yang tertinggal pada saat proses pelubangan di buang agar tidak menghambat pertumbuhan kangkung.
***
Jumat barokah, pulang lebih awal dari biasanya. Jam 10:30! Kami sangat bersemangat mengikuti jalan setapak menuju mess. Perjalanan yang pada awalnya bisa mencapai setengah jam kini dipersingkat. Tak apa meski matahari menyengat. Karena semuanya terasa nikmat. Oleh kesejukan semangat.
***
Mari pulang..
Marilah pulang 2x..
Bersama-sama..
.
.
Lumajang, 13 Januari 2017 @19:47 WIB.
Marilah pulang 2x..
Bersama-sama..
.
.
Lumajang, 13 Januari 2017 @19:47 WIB.
0 komentar