Kami telah siap berangkat sejak sejam yang lalu. Apalagi Hilman dan Rangga yang akan menjadi delegasi kelompok, mereka telah siap sejak subuh. Seragam rapi khas anak SMK PPN Bondowoso telah melekat pada tubuh mereka. Namun Pak Machmud belum datang dari lahan.
***
Akhirnya Bapak telah siap saat jam menunjukkan pukul 08:30an. Kami berjalan menuju jalan raya. Ibu, istri Pak Machmud, muncul dengan sebuah mobil avanza. Kami semua akhirnya berangkat dan tiba pada pukul 09:03 WIB.
***
UPT BPP Lumajang menyambut kita dengan baik. Mendiskusikan peran UPT BPP Lumajang dan binaannya. Kemudian kami langsung bergegas menuju ke Kelompok Tani Sido Makmur. Disana petani membudidayakan sayur sawi, kankung, bayam, kemangi, cabai, padi dan ikan lele. Untuk pengembangan selanjutnya kandang bebek potong tengah digarap. Kelompok Tani ini juga tergabung dalam Gapoktan Sari Makmur yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sayur di Lumajang. Sayur yang dihasilkan dipasarkan ke Probolinggo dan Jember. Sedangkan lele dipasarkan ke daerah sekitar dan Pamekasan. Petani mengaku, kendala yang mereka hadapi adalah masalah yang krusial. Yakni keterbasan modal sehingga sulitnya adopsi teknologi baru. Demi menghemat biaya untuk menanam sayur di musim hujan petani tidak mau mengeluarkan plastik untuk tudung meski sangat di perlukan. Harga sayur sendiri bisa meningkat dua kali lipat saat musim hujan. Bahkan Gapoktan tidak mampu memenuhi permintaan yang meningkat. Oleh karena itu, menurut pengakuan Bapak Rahmat, selaku ketua Poktan Sido Makmur, petani sedang melakukan perluasan lahan tanam sayur.
***
Kami sangat senang melihat Ibu-ibu yang sedang memanen sawi. Kami lantas belajar memanen sawi juga. Riuh para lele saat Pak Rahmat menabur pangan ke arah kolam. Berebut seakan takut keduluan sesama lele. Bersaing mendapat makanan. Berenang dan meliut gesit. Tak peduli jika dibilang rakus atau pelit. Yang penting kenyang. Hati senang. Tidak mati lalu mengambang. Hyaaang! Tong seng!
***
Lamunan saya tentang iklan tong seng buyar saat ternyata kami harus mohon diri ke lokasi selanjutnya. Rasanya masih belum puas menggali ilmu Pak Rahmat dan petani lain. Atau sekadar mendengar keluh kesah mereka yang sesekali timbul meski telah tertutup mulsa kesyukuran.
***
Mata saya takjub melihat pekarangan-pekarangan rumah yang tidak luas namun hijau. Disemua sisi penuh dengan tanaman pangan dan obat. Persis seperti yang pernah saya lihat di TV. Inilah salah satu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) P2KP Teratai yang ada di Kabupaten Lumajang. Membawa saya pada ingatan rumah dengan lahan tidur disana-sini.
***
Berdirinya KRPL P2KP Teratai karena keinginan Ibu Yuli untuk memanfaatkan lahan sempit, meningkatkan gizi keluarga mengingat semua tanaman yang ditanam organik, berbeda dengan sayur dipasaran yang mayoritas mengandung bahan kimia. Selain itu untuk mengurangi pengeluaran RT, bisa menjadi apotik hidup dan manfaat lainnya. Sebab itulah suami beliau mengajukan semacam bantuan sosial pada Dinas Pertanian pada 2013 dan cair pada 2014.
***
KRPL P2KP Teratai telah menjadi percontohan KRPL dan meraih prestasi seperti Juara 3 Karangitri se Kecamatan, anugerah adipura dll.
***
Seakan berbusa mulut kami berbincang dengan Ibu Yuli, ketua KRPL P2KP Teratai sedari tadi. Beliau paham setiap tanaman beserta manfaatnya. Banyak sekali manfaat yang ada dalam satu tanaman. Seperti banyaknya manfaat yang kami dapatkan dari kunjungan observasi hari ini. Terima kasih kami menjelma menjadi doa-doa yang tujukan untuk Bapak Machmud dan Istri beliau yang telah memfasilitasi dan membimbing kami.
***
Jam di layar HP saya telah menunjukkan angka 23:22 namun kami belum beranjak dari laptop demi menyiapkan presentasi hasil kunjungan. Presentasi di depan adik-adik SMK PPN Bondowoso ini akan dilakukan esok ba'da sholat isyak. Good Luck!
.
.
Lumajang, 12 Januari 2017 @10:19 WIB.
.
.
Lumajang, 12 Januari 2017 @10:19 WIB.
0 komentar