Pagi ini rasanya menu sarapan kami lebih berwarna. Atau mungkin tepatnya lebih beraroma. Bagaimana tidak, Pak Machmud tiba-tiba menawarkan petai segar yang masih ada di pohon sebelah tempat duduk kami saat kami hendak membuka bekal. Karena Huda meng-enggeh-kan, dengan cekatan Pak Machmud memetik satu renteng petai besar-besar. Sejak itulah sarapan kami lebih beraroma, meskipun cuma Huda yang mau. Irvi sarapan sambil menutup hidung disampingnya. Sementara aku dan Himma hanya tergelak. Lalu aku memandangi pohon-pohon petai yang ada di sekitar kami.
***
Bapak Machmud adalah sosok yang baik dan rendah hati. Ini bukan karena sate yang beliau berikan pada kami, atau kelapa muda yang lebih besar dari kepala manusia dewasa itu, dan pemberian pangan lainnya. Namun karena beliau tidak pelit memberi ilmunya pada kami. Selain itu waktu kami survey lokasi PKL ini kami berbincang-bincang dengan beliau. Kami sempat menanyakan almamater beliau. Beliau hanya menjawab: "Ah, saya ini cuma lulusan biasa-biasa saja, Dek," ucap pemilik gelar master pertanian itu.
***
Dulu, sebelum beliau mempunyai P4S Persada Nusantara Lumajang, beliau pernah diangkat menjabat camat. Beliau tidak pernah berpikir akan menjadi seorang camat sebelumnya. Lalu, beliau menuturkan jika beliau dan yang lain terpanggil untuk bisa bermanfaat, kemudian mendirikan pusat pelatihan itu.
Dulu, sebelum beliau mempunyai P4S Persada Nusantara Lumajang, beliau pernah diangkat menjabat camat. Beliau tidak pernah berpikir akan menjadi seorang camat sebelumnya. Lalu, beliau menuturkan jika beliau dan yang lain terpanggil untuk bisa bermanfaat, kemudian mendirikan pusat pelatihan itu.
***
Lahan yang dimiliki beliau saat ini sekitar 12 Ha. Padahal sebelumnya banyak sekali kata beliau. Kata "banyak" tidak beliau konversikan dalam angka. Lalu kenapa sekarang hanya 12 Ha? Karena dulu saat beliau sibuk bekerja di Dinas Pertanian atau bahkan di Badan Ketahanan Pangan beliau meng-estafet-kan P4S ke anak sulungnya. Beliau juga mengungkapkan: "Yah, namanya jiwa muda, suka coba-coba. Tapi ya gitu namanya kita telah memberi kepercayaan pada orang yang harus siap. Harus siap jika ada apa-apa. Kita harus selalu berpikir kalau semua hanya titipan. Bukan milik kita." Aku mengangguk takzim.
***
Shobat, seperti yang telah kuungkapkan di catatan sebelumnya bahwa P4S menganut pertanian terintegrasi. Maka, jadilah lahan yang luas itu oleh Bapak Machmud dan 40 lebih buruhnya disulap sebagai lahan budidaya sayur, palawija, umbi-umbian, buah-buahan dan sengon. Kemudian ternak kambing dan lain-lain.
Shobat, seperti yang telah kuungkapkan di catatan sebelumnya bahwa P4S menganut pertanian terintegrasi. Maka, jadilah lahan yang luas itu oleh Bapak Machmud dan 40 lebih buruhnya disulap sebagai lahan budidaya sayur, palawija, umbi-umbian, buah-buahan dan sengon. Kemudian ternak kambing dan lain-lain.
***
Eh, sampai lupa catatan praktek hari ini. Hari ini Huda melanjutkan persiapan lahan dengan kelima adik SMK. Sementara kami bertiga dan dua adik SMK melanjutkan penanaman dan pemupukan. Spesialnya pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang. Oh My God! Hehehe
***
"Non, besok!" Teriak Pak Machmud mengagetkan. "Iya, Pak?" Kami serempak kebingungan. "Saya tadi sudah hubungi pihak BPP, besok kita kesana, kunjungan. Jarak tempuhnya 15 km dari sini." Jelasnya.
Ah, Pak Machmud menepati janjinya. Ingin membawa kami ke jaringan P4S seperti Koperasi Horti, UPT BPP, dll. Ini mudah bagi Pak Machmud mengingat banyaknya relasi beliau. "Jadi besok tidak usah ke lahan dulu," Pak Machmud menegaskan.
Kami pun bersorak dalam hati. Yeay!
"Non, besok!" Teriak Pak Machmud mengagetkan. "Iya, Pak?" Kami serempak kebingungan. "Saya tadi sudah hubungi pihak BPP, besok kita kesana, kunjungan. Jarak tempuhnya 15 km dari sini." Jelasnya.
Ah, Pak Machmud menepati janjinya. Ingin membawa kami ke jaringan P4S seperti Koperasi Horti, UPT BPP, dll. Ini mudah bagi Pak Machmud mengingat banyaknya relasi beliau. "Jadi besok tidak usah ke lahan dulu," Pak Machmud menegaskan.
Kami pun bersorak dalam hati. Yeay!
***
Malam harinya kami dan Pak Machmud mengisi diskusi mengenai rancangan kunjungan esok hari. Sekaligus pemahaman mengenai UPT BPP, GAPOKTAN dan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).
.
.
Lumajang, 11 Januari 2017 @23:03 WIB.
Malam harinya kami dan Pak Machmud mengisi diskusi mengenai rancangan kunjungan esok hari. Sekaligus pemahaman mengenai UPT BPP, GAPOKTAN dan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).
.
.
Lumajang, 11 Januari 2017 @23:03 WIB.
0 komentar