DAY 2 - Pemupukan, Penanaman


Pagi ini tumis terong acakadul dan tempe tepung goreng ala Huda dan Irvi terlihat siap untuk di santap. Iya, hari ini mereka piket masak. Kemarin saya dan Himma, besok Huda dan Himma, besoknya lagi saya dan Irvi. Hehe, opsi di catatan sebelumnya terlaksanakan.
***
Kami sarapan sekitar pukul 08:00 WIB. Nasi putih sebanyak dua bungkus kertas minyak itu tandas dengan lauk pauk tadi. Alhamdulillah, lezat masakan mereka. Menghilangkan lapar dan penat karena sebelumnya melakukan pemupukan cabai. Sementara saya, Himma dan Irvi melakukan pemupukan cabai bersama Ibu-ibu buruh, Huda dan kelima adik SMK melanjutkan persiapan lahan sawi dan bayam.
Sebelumnya kami memperhatikan Bapak Machmud membimbing kami menyiapkan pupuk, mencairkan pupuk dan mencontohkan cara pemberian pupuk dengan benar.
***
Pupuk seberat 2 kg dilarutkan ke dalam 150 air menggunakan tangan di dalam ember untuk kemudian dituangkan ke tiga tong plastik besar berwarna biru. Ini dilakukan agar pupuk mudah menyerap ke akar tanaman cabai. Pemberian pupuk diusahakan tidak mengenai batang agar tidak terkontaminasi. Khawatirnya cabai akan mati. Setelah kami memberi pupuk, dua adik SMK lain praktek memberikan pestisida dengan alat khusus. Pemberian pestisida harus mengenai batang, bagian atas maupun bagian bawah daun. Agar para hama lari kocar kacir. Bapak Machmud mengajari mereka dengan telaten.
***
Kami telah berhasil memupuk sekitar delapan petak lahan cabai. Kami bertiga menyelesaikannya bersama Ibu-ibu buruh yang bejumlah lima orang.
***
Kami bergegas melakukan penanaman kangkung usai istirahat di sebelah aliran air sungai yang jenih mirip dengan air terjun. Hanya saja mini. Setelah membuat lubang dengan alat yang bahasa maduranya adalah jhutajhuh, kami memasukkan benih kangkung sebanyak 5-7 biji ke dalam satu lubang. Jarak antar lubang 25 cm ujar Hilman dan Riko, salah satu siswa SMK PPN yang ahli dalam pembibitan.
***
Btw, P4S itu apa sih?
Kok saya dan teman-teman melakukan berbagai kegiatan dengan tamanan yang beragam? Itu karena di P4S Persada Nusantara Lumajang membudidayakan beragam tanaman. Mulai dari tanaman sayur, ubi, hingga buah-buahan. Tidak hanya itu P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya) Persada Nusantara juga menganut pertanian terintegrasi. Oleh karenanya ada ternak berupa kambing dan kelinci. Jadi, meskipun kami mengkhususkan dua komoditas untuk laporan PKL nanti, apa salahnya jika kita mempraktekkan semuanya? Karena Bapak Machmud sangat berkenan dengan itu.
***
InshaaAllah, lain waktu akan saya ulas siapa Bapak Machmud (Ketua) dan P4S Persada Nusantara secara lebih detail. See you! {}
***
Oya (wkwk), seperti biasa malam hari diisi dengan diskusi. Ba'da magrib adik-adik telah siap mempresentasikan perihal pembibitan dan penanaman, hasil praktek tadi pagi.
.
.
Lumajang, 10 Januari 2017 @22:00
WIB.

0 komentar