Saya terbangun pada pukul 01:29 WIB karena sebuah mimpi. Dalam mimpi itu saya merasa mengunjungi rumah Almarhumah Bibi Ibu saya yang meninggal seminggu yang lalu di hari Rabu. Hari yang sama seperti pagi ini. Dalam mimpi saya rumah almarhumah beliau sangat sepi, rumah sepi,musholla sepi, halaman sepi, dan saat saya menuju dapur hanya ada beliau tengah makan di meja makan tanpa mengenakan kerudung. Padahal di dunia nyata saya selalu bertemu beliau dalam keadaan berkerudung. Anehnya semua bagian rumah beliau (dapur, dll) bernuansa abu-abu. Pun rambut beliau. Pada saat saya menuju dapur dan terkaget melihat beliau yang menoleh pada saya, saat itulah saya terbangun. Dalam mimpi saya sebernya tidak jelas, apakah itu beliau, apa makanan beliau, apa warna piringnya dsb. Hanya saja perasaan saya mengatakan bahwa dalam mimpi itu adalah beliau.
***
Setiap saya bermimpi di tengah malam, ingin rasanya bertemu dengan Nabi Yusuf. Ingin menanyakan apa arti mimpi-mimpi saya. Hmm, kadang saya menerjemahkannya sendiri. Mimpi malam tadi mungkin karena saya hanya sekali mengirim doa pada beliau. Rabb, semoga sosok yang ramah, rendah hati, baik hati, murah senyum dan dermawan itu husnul khotimah. Allaahummaghfirlahaa war hamhaa waafihaa wa'fuanhaa. Aamiin~
***
Ya Tuhan kami, limpahkan kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)
(QS: Al-A'raf Ayat: 124)
(QS: Al-A'raf Ayat: 124)
***
Saat saya terbangun, beberapa pikiran muncul begitu saja. Pikiran tentang mengingat kematian. Pikiran tentang banyaknya waktu yang saya sia-siakan. Pikiran tentang ibadah yang saya tinggalkan. Dan banyak lagi. Setelah beberapa menit merenung mengingat mati, saya membaca doa dan tidur kembali. Hehehe.
***
"Wasting time is worst than death, because death separates you from this world whereas time separates you from Allah."
-Ibnul Qayyim Rahimallah
"Wasting time is worst than death, because death separates you from this world whereas time separates you from Allah."
-Ibnul Qayyim Rahimallah
***
Duh, bergidik rasanya mengingat dosa yang makin bertambah tiap hari. Mengingat kesombongan yang makin meninggi. Mengingat kesalahan yang tak terhitung.
Allah, saya takut.
Allah, saya takut.
***
"Manusia yang sebenarnya itu adalah yang takut kematian hatinya bukan kematian badannya."
-Ibnul Qayyim Rahimallah
-Ibnul Qayyim Rahimallah
***
Kawan, pagi ini kami melakukan penyiangan pada pinggiran bedengan persemaian bayam. Usai gulma kami libas habis dengan tangan-tangan kami yang mulai kapalan kami akhirnya menyiangi kangkung darat yang siap untul disiangi. Wekwew. Kami menanam kangkung darat per dua bedengan di waktu/hari yang berbeda sehingga penyiangannyapun berbeda. Menunggu kesiapan kangkung bisa dilihat dari usia kangkung. Kangkung yang sudah cukup usia penyiangan membuat akar lebih kuat sehingga menghindari kerusakan saat proses penyiangan. Setelah melakukan penyiangan kangkung darat, kami melakukan pewiwilan pada tanaman cabai merah yang luasnya minta ampun. Hehe.
***
Pewiwilan adalah kegiatan tunas yang tumbuh di tiap ketiak daun mulai bawah hingga cabang Y.
Pewiwilan dapat menambah volume hasil panen karena nutrisi yang diserap tanaman akan terfokus dan tidak terbagi di banyak cabang sehingga buah yang dihasilkan besar-besar.
Jadi ketika tidak dilakukan pewiwilan, maka: pertumbuhan tidak terarah; buah tidak terlalu lebat karena nutrien terbagi; buah yang dihasilkan kecil-kecil; dll.
Pewiwilan dilakukan dengan cara mendorong/menarik tunas ke arah luar agar cabang yang menjadi ketiak daun tidak cacat. Karena jika pewiwilan salah akan menghambat pertumbuhan.
Pewiwilan dilakukan setelah tumbuhnya cabang Y yang menunjukkan tanaman makin tua. Saat cabang Y terlihat maka tanaman harus segera dipelihara melalui pewiwilan.
Potensi cabai merah yang ditanam di P4S Persada Nusantara Lumajang menghasilkan >1,5 kg per pohon.
Petik top hingga ke-9 dan pemanenan dilakukan 2-3 hari sekali dengan harga kontrak Rp. 7.000,- s/d Rp. 9.000,- per kg cabai merah. Tinggal dikalikan dengan jumlah pohon cabai merah di P4S yang mencapai lima belas ribuan.
Pewiwilan dapat menambah volume hasil panen karena nutrisi yang diserap tanaman akan terfokus dan tidak terbagi di banyak cabang sehingga buah yang dihasilkan besar-besar.
Jadi ketika tidak dilakukan pewiwilan, maka: pertumbuhan tidak terarah; buah tidak terlalu lebat karena nutrien terbagi; buah yang dihasilkan kecil-kecil; dll.
Pewiwilan dilakukan dengan cara mendorong/menarik tunas ke arah luar agar cabang yang menjadi ketiak daun tidak cacat. Karena jika pewiwilan salah akan menghambat pertumbuhan.
Pewiwilan dilakukan setelah tumbuhnya cabang Y yang menunjukkan tanaman makin tua. Saat cabang Y terlihat maka tanaman harus segera dipelihara melalui pewiwilan.
Potensi cabai merah yang ditanam di P4S Persada Nusantara Lumajang menghasilkan >1,5 kg per pohon.
Petik top hingga ke-9 dan pemanenan dilakukan 2-3 hari sekali dengan harga kontrak Rp. 7.000,- s/d Rp. 9.000,- per kg cabai merah. Tinggal dikalikan dengan jumlah pohon cabai merah di P4S yang mencapai lima belas ribuan.
"Dengan menjadi petani kita bisa menakar sendiri bayaran yang kita mau," ujar Pak Mahmud.
Pertanyaan saya adalah: Bagaimana dengan petani kecil yang minim modal?
***
Pak Machmud mempraktekkan pewiwilan pada cabai merah terlebih dahulu sembari kita perhatikan dan praktekkan. Beliau kembali berpetuah: "Pemahaman akan teknis itu sangat penting saat nantinya kalian jadi pemimpin. Karena kalian akan memahami mana teknik yang paling efektif dan efisien."
Saya mengangguk pelan dan lupa mengucapkan aamiin. Entah perlu diamiinkan atau tidak.
:)
.
.
Lumajang, 25 Januari 2017 @22:17 WIB
.
.
Lumajang, 25 Januari 2017 @22:17 WIB
0 komentar