Jarak tanam kacang panjang 65 cm. Mengatasi perebutan unsur hara antar tanaman merupakan salah satu fungsi dari jarak tanam. Mula-mula proses pelubangan menggunakan alat khusus pembuatan lubang. Kemudian memasukkan benih kacang panjang, masing-masing lubang dua biji benih kacang panjang. Lalu tahap penutupan kembali dengan tanah secukupnya. Jangan terlalu menekan tanah karena dapat menghambat pertumbuhan kacang panjang. Usai kegiatan tersebut tinggal menunggu kacang panjang tumbuh, kira-kira selama dua sampai tiga hari untuk kemudian dipasang ajir. Setelah itu hanya tinggal perawatan seperti memberikan tali untuk rambatan kacang panjang dan pengendalian hama dengan pestisida. Barulah menunggu masa panen dengan controlling dan pengendalian HPT.
***
Diakui Pak Machmud, menanam kacang panjang itu mudah. Perawatannya gampang. Belum lagi penanaman kacang panjang tidak hanya di lahan yang terdapat bedengan. Namun pada pinggiran pematang juga ditananami kacang panjang. Ini adalah contoh pemanfaatan lahan secara optimal. Hasil dari penanaman kacang panjang dapat membantu menambah income petani dalam kurun waktu yang relatif singkat. Dengan pemanfaatan pinggiran pematang, hasil yang diterima petani otomatis akan bertambah.
***
Hari ini peserta magang dari SMK PPN Tegalampel Bondowoso melanjutkan pemasangan ajir pada tanaman cabai merah. Maklumlah, lahan yang ditanami cabai sangatlah luas. Selepas menanam kacang panjang, kami membantu pemasangan ajir.
***
Kata ajir mengingatkan saya pada sebuah umpatan yang sepertinya sedang digandrungi khususnya oleh remaja. Maaf, barangkali dengan mengucapkannya pamor dan gengsi akan naik level. Ini bukan tentang judge the book from its cover. Atau menghakimi orang tanpa mengetahui isi hati dan peliknya hidup yang dilaluinya. Atau ngurusin orang yang belum tentu mau kurus (kata Cak Lontong). Atau mungkin berdalih: "Saya selalu melaksanakan tugas saya sebagai muslim. Saya selalu beribadah siang dan malam. Mengumpat hanyalah gurauan atau sebatas perkataan saja."
Tapi ini tentang saling nasehat menasehati sesama muslim.
Pendapat mengenai seseorang yang sudah sholat namun masih mengumpat pada sesama muslim hampir sama dengan saat seseorang telah ibadah (sholat, ngaji, sedekah dan lain-lain) namun belum menutup aurat. Keduanya menunaikan kewajiban yang hamblumminallah, akan tetapi belum pada hamblumminannas. Lalu bahasan hamblumminannas terkait dengan hamlumminannas.
Ah, nasehat ini saya haturkan pertama kali pada diri saya sendiri.
Kata ajir mengingatkan saya pada sebuah umpatan yang sepertinya sedang digandrungi khususnya oleh remaja. Maaf, barangkali dengan mengucapkannya pamor dan gengsi akan naik level. Ini bukan tentang judge the book from its cover. Atau menghakimi orang tanpa mengetahui isi hati dan peliknya hidup yang dilaluinya. Atau ngurusin orang yang belum tentu mau kurus (kata Cak Lontong). Atau mungkin berdalih: "Saya selalu melaksanakan tugas saya sebagai muslim. Saya selalu beribadah siang dan malam. Mengumpat hanyalah gurauan atau sebatas perkataan saja."
Tapi ini tentang saling nasehat menasehati sesama muslim.
Pendapat mengenai seseorang yang sudah sholat namun masih mengumpat pada sesama muslim hampir sama dengan saat seseorang telah ibadah (sholat, ngaji, sedekah dan lain-lain) namun belum menutup aurat. Keduanya menunaikan kewajiban yang hamblumminallah, akan tetapi belum pada hamblumminannas. Lalu bahasan hamblumminannas terkait dengan hamlumminannas.
Ah, nasehat ini saya haturkan pertama kali pada diri saya sendiri.
***
Sedih saat melihat adik-adik kita seiman yang mudah terpengaruh atau ikut-ikutan. Berpose menunjukkan jari tengah meski tidak memahami artinya, merokok dengan seragam yang masih melekat lantas berpose, memenuhi berita tentang video asusila, dsb.
Kita memang tidak bisa langsung menghakimi mereka. Karena sekali lagi, kita tidak pernah tahu peliknya kehidupan yang mereka lalui, pergaulan yang mereka jalani dan pengaruh yang mereka dapatkan.
Maka siapa lagi kalau bukan kita yang akan merangkul mereka?
Mencontohkan, menasehati dan mengingatkan dengan lemah lembut dan mauidhatul hasanah, sesuai dengan titah Rasulullah.
Kita memang tidak bisa langsung menghakimi mereka. Karena sekali lagi, kita tidak pernah tahu peliknya kehidupan yang mereka lalui, pergaulan yang mereka jalani dan pengaruh yang mereka dapatkan.
Maka siapa lagi kalau bukan kita yang akan merangkul mereka?
Mencontohkan, menasehati dan mengingatkan dengan lemah lembut dan mauidhatul hasanah, sesuai dengan titah Rasulullah.
***
Islam itu agama yang detail sekali ajarannya. Sampai-sampai perkataan pun juga sangat diperhatikan dan dipelihara. Bukankah segalanya dari hal yang paling kecil. Berawal dari hal yang sering diabaikan atau diremehkan. Mengumpat kadangkala menjadi hal yang biasa, kadar kesalahannya diremehkan dan cenderung diabaikan. Maka, periliharalah keimanan kita, nilai-nilai islam dalam diri kita dari hal yang paling kecil dan mendetail. Dimulai dari diri kita, lingkungan rumah dst.
InshaaAllah, kita pasti mampu.
InshaaAllah, kita pasti mampu.
***
"Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya) dan bukan orang yang jorok omongannya."
-HR. Tirmidzi no. 1977, HR. Ahmad no. 3839 dan lain-lain.
.
.
Lumajang, 24 Januari 2017 @23:55 WIB
-HR. Tirmidzi no. 1977, HR. Ahmad no. 3839 dan lain-lain.
.
.
Lumajang, 24 Januari 2017 @23:55 WIB
0 komentar