DAY 15 - Lagi, Pemasangan Ajir


Adik-adik dari SMK PPN Tegal Ampel Bondowoso melanjutkan pemasangan ajir di hamparan bedengan cabai merah. Sementara kami melanjutkan pemasangan ajir pada tanaman kacang panjang yang tingginya telah mencapai sekitar 5-10 cm. Selain itu Huda, Dek Jokowi dan Dek Riko mengatasi persemaian sawi dan bayam yang terombang ambing tudungnya. Hal itu dikarenakan hujan deras plus angin yang terjadi dua hari terakhir tanpa adanya controlling. Mereka akhirnya menyempurnakan desain tudung agar lebih tahan pada serangan cuaca.Ini salah satu resiko yang dihadapi petani sayur di musim hujan. Menurut Bapak Machmud, keberanian berusahatani diikuti dengan insting akan risiko yang akan dihadapi.
***
Oretan saya kali ini agak berbeda dari oretan-oretan sebelumnya lantaran bersumber dari catatan kecil diskusi tadi malam. Biasanya saya hanya mengandalkan ingatan yang tak seberapa penuh atau sesekali bertanya pada Himma, Irvi, Huda dan Adik-adik jika lupa sebuah istilah, definisi ataupun cara. Materi pada diskusi tersebut meliputi: Perawatan (Pewiwilan dan Pemasangan Ajir) dan Pengendalian HPT. Pak Machmud bagi saya adalah dosen ulung beserta pemahaman prakteknya yang mumpuni. Usai presentasi, barulah bagian beliau memberi materi. Itu adalah saat yang paling mengesankan.
Btw, kali ini saya akan sedikit membagi sedikit pemahaman mengenai pemasangan ajir. Eh iya, agribisnis itu kan dari hulu ke hilir. Mulai dari Pengadaan input (hulu/off farm), budidaya (on farm), pasca panen dan pemasaran (hilir/off farm) dan Bank, Penyuluh, Koperasi, dll (Lembaga penunjang). Lalu kenapa di P4S kelihatannya lebih fokus pada budidaya? Why not? Kapan lagi? Mungkin saat ini adalah kesempatannya. Toh ketiga sub sistem tersebut berikatan. Pengertian sederhanya: akan lebih baik jika seorang pebisnis pertanian memahami proses budidaya suatu komoditas pertanian. Lebih-lebih prakteknya. Ini juga terkait dengan perencaan keuangan yang akan dirancang ataupun dikeluarkan nantinya. Misal, jenis ajir yang digunakan menentukan biaya yang alan dikeluarkan pada proses budidaya suatu komoditas pertanian. Mari kita bahas lebih lanjut.
***
Macam ajir terdiri dari tiga macam, yakni ajir aluminium, ajir bambu wuluh dan ajir dari bilah bambu ori. Ajir dari alumnium harganya berkisar Rp.20.000,- dengan umur ekonomis >10 tahun. Harga tersebut tinggal dikalikan dengan ribuan tanaman cabai merah yang ada di P4S. Di P4S membuat sendiri ajir dari bilah bambu ori yang bisa tahan selama 4 tahun. Panjang ajir bergantung pada tinggi tananam. Untuk cabai merah maks tingginya bisa mencapai 90 cm. Ajir yang biasa dijual di pasaran panjangnya 120 cm. Sedangkan yang dibuat di P4S sepanjang 150-200 cm. Alasannya agar bisa digunakan lagi karena saat digunakan lagi, bagian bawah akan diruncingkan kembali. Ini akan menghemat biaya produksi/budidaya. Penyimpanan ajir sebaiknya dalam gudang tertutup agar lebih tahan lama.
***
Pemasangan ajir agar tanaman tegak, kuat menupang buah dari tanaman, tahan gangguan hewan dan angin, dll.
Cara memasang ajir dengan menancapkan ajir disamping tanaman dengan posisi miring kearah luar bedengan. Semakin panjang ajir maka kemiringan 20-25 derajat sedangkan makin pendek, kemiringannya 30-40 derajat. Ini disesuaikan dengan pertumbuhan tajuk cabai merah. Pemasangan ajir harus memperhatikan bagian dalam dan luar bilah bambu. Bagian dalam berhadapan dengan bagian dalam dan sebaliknya. Pemasangan ajir diawal harus dimulai dengan bilah bambu bagian luar dst. Waktu pemasangan ajir pada saat tanaman belum berkembang. Jarak dari tanaman 5 cm agar tidak mengganggu perakaran dan mudahkan penalian. Karena setelah pemasangan ajir akan ada penalian dan pewiwilan.
***
Sekian sedikit bahasan yang saya bagikan mengenai pemasangan ajir dengan segala keterbatasan pemahaman dan catatan saya. Pun rekaman yang tiba-tiba stuck karena storagenya full. InshaaAllah, akan saya bagikan pemahaman mengenai perawatan (penalian dan pewiwilan) dan pengendalian HPT lain waktu. Karena sekarang waktunya untuk tidur. Wassalam~
.
.
Lumajang, 23 Januari 2017 @ 22:55 WIB

0 komentar